google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Makanan Khas Jepang Setiap Musimnya.

August 15, 2017
/
Food
Makanan Khas Jepang Setiap Musimnya image

Makanan Khas Jepang Setiap Musimnya - Dalam banyak hal Jepang berbeda dengan Indonesia. Termasuk dalam soal musim yang mana Jepang memiliki empat musim, sedangkan Indonesia hanya ada dua: kemarau dan penghujan. Pergantian empat musim dalam satu tahun (semi, panas, gugur dan musim dingin) tentu memberikan pengaruh cukup signifikan dalam ritme kehidupan masyarakatnya.Yang paling terasa ialah perubahan pada dua hal: pakaian dan makanan. Dalam soal pakaian, ketika musim dingin tiba maka orang-orang Jepang harus menggunakan pakaian tebal yang berlapis-lapis. Sedangkan ketika musim panas, cukup dengan sehelai pakaian tipis saja sudah cukup kepanasan. Disamping soal pakaian, yang juga cukup terasa perubahannya ialah soal makanan. Perubahan musim sangat menentukan ketersediaan makanan.


Makanan Khas Jepang Setiap Musimnya


1. Makanan Khas Jepang Musim Semi

Apa makanan di musim semi? Musim semi waktunya tunas-tunas baru bermunculan. Pun termasuk dengan bunga-bunga. Musim semi merupakan saat tepat untuk menonton bunga sakura atau yang disebut dengan hanami. Nah, tunas-tunas yang bermunculan tersebut banyak dijadikan sumber makanan. Orang Jepang menyebut tunas-tunas yang bermunculan tersebut dengan sansai yang artinya sayuran gunung. Tunas-tunas baru tersebut variasinya sangat banyak dan tergantung daerahnya. Yang paling populer ialah pucuk udo. Sayur-sayur itu biasanya digoreng dengan tepung bersama dengan umbi-umbian.

Makanan Khas Jepang Setiap Musimnya

Tak jarang mereka juga memasaknya dengan cumi dan udang. Sayuran yang bisa dijumpai ketika musim semi salah satunya kucai atau nira. Kucai paling maknyus kalau ditumis atau dibuat omelet. Lalu masih ada sayuran lainnya seperti rebung yang bisa dimasak dengan berbagai cara, misalnya saja ditanak dengan nasi. Lalu, makanan laut yang biasa dijumpai ketika musim semi ialah asari, atau sejenis kerang. Asari ini paling enak kalau dijadikan isi untuk sup miso. Enak juga direbus dengan sake (sakamushi). Atau bagi orang Indonesia bisa juga dibuat gulai kerang dengan bumbu khas nusantara.


2. Makanan Khas Jepang Musim Panas

Musim panas berarti saatnya memanen sayuran dalam jumlah besar. Hampir seluruh jenis sayuran bisa dipanen dimasa musim panas tiba. Bila pada umumnya orang Jepang menanam sayuran di musim semi, hasilnya baru bisa dipanen ketika musim panas. Karena hal itu, para peneliti Jepang kemudian mengembangkan berbagai metode supaya hasil panen sayuran tersebut tidak hanya dinikmati pada musim panas saja.

Mereka membuat rumah kaca yang memungkinkan masa tanam sayuran menjadi lebih panjang. Sehingga kini sayuran bisa dinikmati sepanjang tahun. Adanya sayuran impor juga membantu warga Jepang dapat menikmati sayuran sepanjang tahun. Meski begitu, tetap saja sayuran yang paling banyak dinikmati pada musim panas.

Makanan Khas Jepang Setiap Musimnya

Musim panas berarti saatnya memanen sayuran dalam jumlah besar. Hampir seluruh jenis sayuran bisa dipanen dimasa musim panas tiba. Bila pada umumnya orang Jepang menanam sayuran di musim semi, hasilnya baru bisa dipanen ketika musim panas. Karena hal itu, para peneliti Jepang kemudian mengembangkan berbagai metode supaya hasil panen sayuran tersebut tidak hanya dinikmati pada musim panas saja. Mereka membuat rumah kaca yang memungkinkan masa tanam sayuran menjadi lebih panjang. Sehingga kini sayuran bisa dinikmati sepanjang tahun. Adanya sayuran impor juga membantu warga Jepang dapat menikmati sayuran sepanjang tahun. Meski begitu, tetap saja sayuran yang paling banyak dinikmati pada musim panas. Selain sayuran, unagipun banyak orang yang menyukainya.

Mengapa orang Jepang sangat gemar menyantap unagi? Karena mereka mempercayai bahwa unagi merupakan makanan peningkat stamina yang sangat bermanfaat ketika menghadapi panasnya cuaca Jepang. Daerah yang dikenal sebagai penghasil unagi ialah Hamamatsu. Lalu, makanan lainnya yang juga dikenal di musim panas ialah buah chery atau buah sakura. Dikenala dengan sebutan sakuranbo. Namun patut diingat bahwa tidak semua jenis sakura bisa menghasilkan buah yang dapat dimakan.

Salah satu daerah yang dikenal sebagai penghasil sakuranbo ialah Yamagata.


3. Makanan Khas Jepang Musim Gugur

Musim gugur tiba. Saatnya orang Jepang pergi ke gunung untuk mencari jamur yang memang menjadi “produk” musim gugur. Karena jamurnya terbilang langka, jangan heran kalau harganya menggila. Untuk harga salah satu jenis jamurnya, matsutake misalnya, mencapai 10 ribu yen atau satu juta rupiah. Rasa jamur ini memang uenak tenan. Paling maknyus bila disantap dengan nasi.

Lalu buah musim gugur adalah kesemek, warnanya orange dan rasanya sangat manis. Kesemek ialah buah berair, namun tidak berbedak seperti halnya kesemek yang banyak dijumpai di Indonesia. Sedangkan dari jenis ikan, yang paling banyak dijumpai ketika musim gugur ialah iwashi atau ikan sarden yang paling enak dibuat sashimi atau cukup dimasak dengan bumbu kecap.

Makanan Khas Jepang Setiap Musimnya

Ikan ini memang memiliki banyak tulang dan bau amis yang sangat menyengat. Namun orang Jepang memiliki jurus tersendiri untuk memisahkan tulang ikan sarden yang banyak itu. Mereka biasa menghidangkannya dengan parutan jahe untuk menghilangkan bau amisnya. Sedangkan pada iwashi bumbu kecap, ikannya dimasak sampai bumbunya terasa sangat lembut.


4. Makanan Khas Musim Dingin

Nah, pergi ke Jepang bersamaan waktunya dengan datangnya musim dingin merupakan saat yang tepat untuk makan ikan sebanyak-banyaknya. Ikan-ikan Jepang, pada musim dingin, akan mengandung banyak lemak karena banyak menumpuk lemak di tubuhnya untuk mempertahankan dirinya dari serangan udara dingin. Dengan tumpukan lemak tersebut maka rasanya terasa sangat lezat, baik dimakan dalam keadaan mentah maupun setelah dimasak. Nah, salah satu jenis ikan musim dingin ialah sanma yang memiliki ciri bentuknya kecil, panjang dan kulitnya berwarna perak. Ikan ini paling mantap bila dimasak dengan bumbu garam saja.

Makanan Khas Jepang Setiap Musimnya

Ketika dibakar, kandungan lemak di tubuhnya akan meleleh mencair memenuhi seluruh permukaan kulitnya. Selain sanma, ada juga kaki, tiram, yang juga maknyus disantap terutama ketika musim dingin. Sedangkan buah yang paling banyak ditemukan ketika datangnya musim dingin ialah stroberi.