google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Osaka, Kota Dengan Budaya Makan Sepuasnya

October 10, 2018
/
Wisata
Osaka, Kota Dengan Budaya Makan Sepuasnya image

Osaka merupakan kota pelabuhan yang besar dan pusat komersial di pulau Honshu Jepang. Osaka dikenal dengan arsitektur modern, kehidupan malam dan makanan hangat jalanan. Abad ke-16 Keshogunan Osaka Castle, yang telah mengalami beberapa restorasi, adalah tonggak sejarah utama. Dikelilingi oleh parit dan taman dengan plum, peach dan pohon cherry blossom. Sumiyoshi-taisha adalah salah satu kuil Shinto tertua di Jepang.




Kota budaya

Osaka terkenal dengan budaya Kuidaore (makan sepuasnya) yakni makan dan makan terus sampai tidak kuat makan lagi dan jatuh terlentang. Makanan khas Osaka adalah okonomiyaki (goreng telur isi irisan kol dengan topping daging babi atau makanan laut), takoyaki, dan kushikatsu (tusukan sayur atau daging dibungkus tepung roti lalu digoreng). Okonomiyaki, Takoyaki, dan Udon (mi dari tepung terigu) adalah contoh dari budaya konamono (makanan dari tepung terigu) yang digemari orang Osaka. Awa-okoshi (berondong beras manis) dan konbu (rumput laut yang dikeringkan) adalah oleh-oleh khas Osaka.

Bagi orang Osaka dan juga bagi orang yang tinggal di Jepang bagian barat, kata "daging" (niku) tanpa menjelaskan jenisnya, berarti daging sapi. Di Osaka, kalau tidak dinyatakan sebelumnya, umumnya sukiyaki berarti sukiyaki daging sapi.



Pusat bisnis Osaka

Nakanoshima, berada di sebuah delta kecil di antara aliran Sungai Yodo dan merupakan pusat perkantoran. Di ujungnya terdapat Kuil Temmangu, yang dipersembahkan untuk Michizane Sugawara, seorang cendekiawan terkenal. Di dekatnya terdapat Tenjinbashi Shopping Street yang telah lama berkembang dengan menyediakan kebutuhan para peziarah dan pengunjung kuil. Berjalan-jalan di sepanjang lorong perbelanjaannya memberikan pemandangan sekilas keseharian penduduk lokal. 

(sumber : http://welcomekansai.com)

Orang Osaka terkenal sebagai pebisnis yang ulung. Setahun sekali sewaktu diadakan festival Tooka Ebisu (9, 10, 11 Januari), para pedagang dan pemilik bisnis di Osaka tidak akan melewatkan kesempatan berkunjung ke kuil Ebisu agar lancar dalam berbisnis. Kuil Ebisu yang paling terkenal di Osaka adalah Imamiya-Ebisu yang terletak di dekat mall Namba Parks.


Sebagai sebuah kota klasik, kota ini sangat bangga menjadi asal sandiwara boneka Bunraku. Daerah Teluk Osaka wajib dikunjungi, karena merupakan pusat obyek wisata perkotaan yang sedang tren, di antaranya yang paling populer adalah Osaka Aquarium Kaiyukan dan Universal Studios Japan.

 

Tempat berkumpulnya makanan dan hiburan

(sumber : https://franchisetakoyaki.wordpress.com)

Untuk hiburan dan belanja, jangan lewatkan kawasan Umeda dan Namba. Umeda, berpusat di sekitar Stasiun Umeda, memiliki banyak tempat perbelanjaan bawah tanah yang modern, yang selalu penuh dengan pengunjung dan orang-orang yang berbelanja. Sesuai dengan reputasinya sebagai “kuidaore” (kesenangan para pecinta kuliner untuk berlebihan dalam memanjakan lidah mereka), Osaka benar-benar memuaskan para pecinta kuliner. Anda wajib mencicipi makanan Osaka yang populer seperti “yakiniku” (daging panggang), “fugu-nabe” (ikan fugu atau ikan buntal yang dimasak dalam panci), “sushi”, dan masih banyak lagi.

 

Tranportasi

Osaka mempunyai penerbangan langsung dengan kota-kota besar di dunia. Bandar udara daerah Kansai bernama Bandara Internasional Kansai yang dibangun di atas pulau buatan. Bandar udara penerbangan domestik bernama Bandara Internasional Osaka terletak di kota Itami dan kota Toyonaka yang berbatasan langsung dengan Osaka.

 

Stasiun Shinkansen bernama Shin-Osaka. Jaringan kereta JR dan kereta swasta menghubungkan Osaka dengan kota-kota di daerah Kansai. Jalur kereta swasta Keihan dan Hankyu menghubungkan Osaka-Kyoto, jalur kereta Hanshin dan Hankyu menghubungkan Osaka-Kobe, jalur kereta Kintetsu menghubungkan Osaka-Nara serta Osaka-Nagoya, dan jalur Nankai menghubungkan Osaka-Wakayama.

(sumber : iostream.info)

Kapal feri lintas batas menghubungkan Osaka dengan Busan di Korea Selatan dan Shanghai yang berangkat dari Osaka International Ferry Terminal yang terletak di Nanko, Osaka Bay Area. Seluruh pelosok kota dapat dicapai dengan jaringan terpadu kereta bawah tanah dan bus kota yang dikelola oleh pemerintah kota. Kereta otomatis tanpa masinis yang disebut OTS (Osaka Port Transport System) merupakan sarana transportasi di wilayah sekitar pelabuhan Osaka.

 

Simbol Osaka

Obyek wisata yang mutlak adalah Benteng Osaka, yang pernah menjadi benteng terbesar di Jepang, dibangun pada tahun 1586 oleh Toyotomi Hideyoshi. Benteng bertingkat 5 yang ada sekarang, merupakan tiruan dari yang asli, dan berisi banyak obyek-obyek seni dan dokumen-dokumen bersejarah yang berkaitan dengan keluarga Toyotomi dan Osaka pada masa lalu.


(sumber : http://himasasjep.ub.ac.id)

Orang Osaka umumnya suka bersikap terus terang, terbuka dan lebih banyak humor dibandingkan dengan orang Jepang pada umumnya. Keterbukaan ini menguntungkan Osaka sebagai pusat perdagangan internasional. Orang Osaka yang lebih banyak humor menjadikan Osaka sebagai kota yang menghasilkan pelawak-pelawak Manzai laris yang kemudian hijrah ke Tokyo dan menjadi pembawa acara di televisi. Pentas sandiwara komedi Yoshimoto Shin-kigeki merupakan hiburan asli Osaka yang terkenal ke seluruh Jepang.
 

Perbedaan paling signifikan antara Osaka dengan kota-kota lainnya di Jepang adalah sisi tempat berdiri di eskalator. Di Osaka, pengguna eskalator harus berdiri di sebelah kanan, sedangkan sebelah kiri adalah jalur untuk mendahului. Orang Osaka bisa cepat dikenali dari sisi tempat berdiri sewaktu naik eskalator. Kebiasaan berdiri di sisi kanan tangga berjalan dimulai sejak Pameran World Expo '70 yang dilangsungkan di Osaka.






Baca Juga :