google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Desa Unik di Jepang Yang Menarik Untuk di Kunjungi.

November 14, 2018
/
Wisata
Desa Unik di Jepang Yang Menarik Untuk di Kunjungi image

Mau coba hal unik selama travel ke Jepang? Cobalah datang ke desa wisata di Jepang berikut. Keindahan alam dan kesunyiannya pasti membuat Anda ingin berlama-lama di sana. Saat menyusuri jalanan, kita akan terperangkap dengan eloknya panorama alam sekitar. Sawah-sawah hijau dengan latar belakang pegunungan  dan langit berkabut, sudah menjadi pemandangan umum. Jalanan yang sepi pun makin membuat syahdu perjalananmu. Pasti akan ada yang kurang jika Anda belum merasakan kehidupan ala pedesaan Jepang.



1. Biei-cho, Hokkaido

(sumber : www.touristcompanies.com)

Desa yang memiliki hamparan perkebunan nan eksotis. Terletak di antara kota Asahikawa dan Furano, Biei pernah dinobatkan sebagai salah satu desa terindah di Jepang. Tidak heran, desa ini sangat terkenal di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Meski merupakan daerah perkebunan dan pertanian, masyarakat sekitar menyebut Biei sebagai “Kota Bukit”. Sesuai dengan namanya, Biei memiliki land yang berbukit-bukit. Biei adalah sebagian besar sebuah kota pertanian, akan tetapi anda masih tetap bisa menikmati indahnya pemandangan kota Biei. Apabila dilihat dari tempat yang cukup tinggi dan waktu yang tepat, Biei akan tampak semakin mempesona.



2. Tsurui, Hokkaido

(sumber : best.visit-hokkaido.jp)

Desa yang berada di Hokkaido ini memiliki fenomena alam yang unik nan mengagumkan . Sesuai dengan namanya Tsurui yang berarti “ada bangau”, Tsurui-mura dipenuhi oleh burung bangau liar yang berkeliaran mencari makan. Burung-burung bangau tersebut termasuk ke dalam jenis burung bangau mahkota merah. Lokasinya sangat cocok bagi Anda yang ingin bersantai di alam bebas sembari memotret lingkungan sekitar.



3. Nakanojo-cho Kuni, Gunma

(sumber : http://j-cul.com)

90% desa ini terdiri dari hutan pegunungan dan gurun. Hijau, hening, menenangkan, barangkali itulah tiga kata yang tepat untuk melukiskan desa yang terletak di bagian barat laut Prefektur Gunma ini. Desa ini lebih dicintai oleh sastrawan seperti penyair karena pemandangan yang menenangkan sehingga dengan mudah para sastrawan mendapatakn inspirasi. Jika Anda mulai merasakan lapar, Anda dapat mencoba hidangan soba juuwari yang terkenal.

Hayakawa-cho terletak di sebelah barat daya dari Prefektur Yamanashi, dikelilingi oleh puncak Alpen Selatan dengan wilayah yang luas, juga dikenal sebagai desa terpadat di Jepang. Desa yang satu ini juga kaya dengan sumber air panas, termasuk Nishiyama Onsen.

Jalan-jalan di Akasawa, terdapat 40 rumah, terdiri dari bangunan tradisional, pagar, bukit, dan bebatuan dll, menjaga lanskap harmonis dengan gunung-gunung di sekitarnya. Di desa Nakanojo, terdapat sebuah danau unik bernama Nozoriko. Dari musim panas hingga musim gugur, danau tersebut seolah berubah menjadi taman bunga karena banyaknya tanaman yang tumbuh subur. Jangan lupakan pula koloni spesies lumut yang sangat langka, berjenis Chatsubomigoke.



4. Totsukawa, Nara

(sumber : www2.t-expo.jp)

Desa terluas di negeri sakura ini hampir seluruhnya dipenuhi oleh hutan pegunungan. Dengan mengunjunginya, dipastikan tour ke Jepang Anda tidak akan membosankan! Jarang-jarang melihat manusia dan alam hidup berdampingan dengan baik sehingga menciptakan harmoni yang indah. Totsukawa memilki 3 Onsen (air panas). Karena banyaknya mata air panas alami, desa ini terkenal sebagai “Kota Pemandian Air Panas (Hot-Spring City)”.

Selain karena kecantikan alam pegunungan dan onsennya, desa ini semakin menarik karena menyimpan sejumlah situs suci yang terdaftar sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Sebut saja misalnya jalur Kumano-Sankeimichi-Kohechi dan Oomine-Okugake. Yaitu sebuah jalan yang menghubungkan dua area suci, Koyasan dan Kuil Kumano Hongu. Anda pun berkesempatan menjajal jembatan gantung Tanize. Dengan ketinggian yang mencapai 54 meter dan panjang 297,7 meter jembatan ini tidak boleh Anda abaikan begitu saja.



5. Desa Shimoguri, Nagano

(sumber : www.artforia.com)

Merupakan desa unik yang menjadi inspirasi studio Ghibli dalam pembuatan filmnya. Desa ini berlokasi di sebuah lereng curam dengan kemiringan 38 derajat di ketinggian antara 800-1100 meter di atas permukaan laut. Pemandangan di desa yang satu ini sangatlah memukau.



6. Kamikatsu-cho, Tokushima

(sumber : http://j-cul.com)

Sebagian besar distrik pegunungan, Kamikatsu-cho memiliki terasering di lereng bukit, dengan 55 pemukiman dari berbagai ukuran yang terletak antara ketinggian 100-700 m. Desa ini penuh dengan area bertingkat yang indah. Karena keindahannya tersebut, salah satu terasering bahkan masuk dalam 100 terasering terbaik di Jepang.



7. Shirakawa-go, Prefektur Gifu

(sumber : www.goodlucktripjapan.com)

Desa wisata ini terletak di kaki Gunung Haku dan di lembah sungai Shokawa sehingga hampir 96% area dari Shirakawa merupakan hutan dan memiliki pemandangan alam yang luar biasa indah. Secara geografis, dahulu desa Shirakawa-go ini termasuk daerah yang terisolasi dan tak tereksplor. Bukan hanya karena tempatnya yang berada di bawah kaki gunung dan dikelilingi oleh hutan dan pegunungan, namun beberapa area Desa Shirakawa ini sering tertutup oleh salju yang tebal saat musim salju datang.

Yang paling unik dan menjadi ikon dari Shirakawa-go ini adalah bentuk arsitektur dari rumah-rumah tradisionalnya. Saat Anda ke sini, Anda akan dibuat takjub oleh bentuk rumah tradisional masyarakat sekitar yang terlihat seperti pemandangan desa di Jepang pada zaman dahulu. Rumah-rumah tradisional di Shirakawa-go ini semua bergaya Gassho-zukuri. Model rumah gassho-zukuri ini juga disebut sebagai ”konstruksi rumah berdoa” dikarenakan memiliki atap yang miring dan terlihat seperti dua tangan yang sedang berdoa. Atap rumahnya terbuat dari tumpukan jerami namun sangat kokoh mengingat Shirakawa-go selalu tertutup salju yang tebal saat musim salju.

Desa Ogimachi merupakan desa terbesar di Sirakawa-go dan paling banyak rumah tradisionalnya. Rata-rata rumah-rumah tradisional di Shirakawa ini berusia sekitar 250 tahun. Banyaknya rumah-rumah tradisional gassho-zukuri inilah akhirnya UNESCO menetapkan Shirakawa-go menjadi situs warisan budaya dunia pada tahun 1995.

 

Nah gimina nih? Semua desa punya keunikan dan ciri khas nya sendiri kan. Yang pasti semua desa patut untuk di kunjungi.

Happy Travelling!





Baca Juga :