google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

5 Jajanan Tradisional yang Harus Dicoba Saat ke Jepang.

January 24, 2019
/
Food
5 Jajanan Tradisional yang Harus Dicoba Saat ke Jepang image

Via newideafood.com.au



Tak hanya budaya dan tempat wisatanya, Jepang juga mempunyai serba-serbi unik dalam kulinernya. Makanan tradisional Jepang yang beragam dan unik juga menjadi incaran para wisatawan. Untuk itu, kamu pun tak boleh ketinggalan untuk mencobanya! Berikut 5 jajanan tradisional Jepang beserta tempat-tempat untuk mencicipinya.



1. Dango

Jajanan Tradisional Jepang

Via matcha-jp.com

Dengan kepopulerannya sekarang, tak banyak yang tahu asal-usul Dango. Ada banyak jenis Dango, namun Mitarashi Dango adalah jenis Dango yang akan langsung terpikirkan oleh kebanyakan orang ketika membicarakan Dango, karena Mitarashi Dango inilah yang disebut-sebut merupakan Dango pertama yang dibuat di Jepang. Menurut beberapa sumber, Dango erat kaitannya dengan Kuil Shimogamo.

Jajanan Tradisional Jepang

Kuil Shimogamo – via livingnomads.com

Namanya sendiri, Mitarashi, berasal dari Festival Mitarashi yang biasanya diadakan di kuil tersebut. Dango di sini biasanya disajikan untuk persembahan kepada para dewa di Kuil. Dango jenis ini biasanya disajikan sebanyak 5 bola Dango dalam satu tusuk. Ada dua teori mengenai penyajian 5 bola Dango ini. Yang pertama, bentuk Dango dikatakan terinspirasi dari bentuk gelembung-gelembung di Kolam Mitarashi di Kuil Shimogamo. Setelah satu gelembung muncul ke permukaan, empat gelembung lain ikut muncul. Karena inilah biasanya satu Dango ditusuk di paling ujung tusukan dan diberi sedikit jarak dengan empat Dango lainnya. Teori yang kedua adalah, Mitarashi Dango mewakili bentuk manusia: empat Dango berarti badan manusia dan satu lainnya yang paling ujung adalah kepalanya.

Jajanan Tradisional Jepang

Festival Mitarashi – via discoverkyoto.com

Terlepas dari teori dan sejarah yang diceritakan beragam, Dango adalah camilan yang lezat dan wajib dicoba, setidaknya sekali, ketika berada di Jepang. Kue tradisional ini terbuat dari campuran tepung beras dan air. Setelah tepung beras dicampur dengan air dan dibentuk seperti bola-bola. Lalu adonan dikukus atau direbus hingga matang.

Jajanan Tradisional Jepang

Mitarashi Dango – via Flickr oleh ZEISS Camera

Cobalah Dango tradisional yang memiliki cita rasa asli. Dango yang berada di toko-toko seperti supermarket biasanya sudah berbeda rasa karena masa kadaluarsanya perlu ditambahkan, sementara Dango tradisional biasanya kadaluarsa dalam sehari. Cobalah Mitarashi Dango yang berada di dekat Kuil Shimogamo itu. Yang paling terkenal dan dekat dengan kuil adalah kafe Kamo Mitarashi Chaya. Menurut beberapa sumber juga, kafe kuno inilah tempat kelahiran Mitarashi Dango. Berikut alamat dan akses ke sana:

Kamo Mitarashi Chaya

Alamat: 53 Shimogamo Matsunokicho, Sakyo-ku, Kyoto 606-0816, Prefektur Kyoto
Kontak: +81 75-791-1652
Waktu buka: Kamis s/d Selasa dari pukul 9:30 s/d 20:00 (pesan terakhir pukul 19:30)
Akses: Jalan kaki sekitar 10 menit dari perhentian bus Shimogamo Jinja-mae (dengan naik bus kota Kyoto nomor 205, dengan rute yang menuju Terminal Bus Kitaoji via Shijo-Kawaramachi).



2. Dorayaki

Jajanan Tradisional Jepang

Oleh Nataliya Arzamasova

Kue tradisional yang satu ini sepertinya sudah tak asing lagi di telinga orang-orang Indonesia. Kepopulerannya beriringan dengan tokoh kartun Doraemon, yang makanan favoritnya adalah Dorayaki. Kue ini bentuknya bundar sedikit tembam, dibuat dari dua lembar mirip panekuk yang direkatkan dengan pasta kacang merah (azuki). Meski bentuknya mirip panekuk, Dorayaki sebenarnya lebih mirip castella karena adonannya diberi madu. Perlu dicatat, di daerah Kansai (Osaka atau Nara), kue ini juga dikenal dengan nama Mikasa.

Jajanan Tradisional Jepang

Via hisgo.com

Bentuk Dorayaki yang populer hari ini diperkirakan terinspirasi dari camilan-camilan Barat. Hal ini karena mayoritas Wagashi (camilan manis tradisional khas Jepang) berbentuk tertutup, dengan pasta selai di dalamnya. Sementara Dorayaki yang populer sekarang ini seperti sandwich, dengan pasta yang terlihat dari luar. Menurut beberapa sumber, bentuknya yang sekarang ini dibuat pertama kali di sebuah toko penganan di Ueno, Tokyo yang bernama Usagi-ya. Dorayaki yang berbentuk sandwich inilah yang kemudian menjadi populer di seluruh Jepang. Berikut informasi tentang Usagi-ya.

Usagi-ya

Alamat: 1-10-10 Ueno, Taito-ku, Tokyo
Kontak: +81 3-3831-6195
Waktu buka: Kamis s/d Selasa pukul 09.00 – 18.00
Akses: 193 meter berjalan kaki dari Tokyo Metro Ginza Line Stasiun Ueno-hirokoji



3. Kiritanpo

Jajanan Tradisional Jepang

Via favy-jp.com

Kiritanpo adalah makanan tradisional Prefektur Akita. Bentuknya silinder memanjang, ditusuk dan biasanya dipanggang dengan api terbuka. Kiritanpo terbuat dari nasi Jepang yang ditumbuk kasar hingga membentuk adonan seperti ketan.

Jajanan Tradisional Jepang

Via jnto.tohokumoment.com

Penyajian lainnya yaitu dimasak dengan daging dan sayur sebagai nabe. Penyajian seperti ini cocok untuk musim dingin di Akita. Pada zaman dulu, Kiritanpo merupakan makanan yang disimpan dan disajikan untuk penebang kayu dan pemburu. Untuk mencoba Kiritanpo, tersedia banyak tempat di Akita, namun yang terbaik dapat kita temukan di Kiritanpoya. Sesuai dengan nama restorannya, menu di Kiritanpoya fokus kepada makanan tradisional ini.

Akita Kiritanpoya

Alamat: Midoriya Building 1F 2-7-6 Nakadori Akita, Prefektur Akita
Kontak: +81 18-801-2345
Waktu buka: Senin s/d Sabtu pukul 16:00 s/d 01:00, Minggu pukul 11:30 s/d 01:00 (makan siang hanya ada di hari Minggu
Akses: Dekat Stasiun JR Akita, sekitar 200 m berjalan kaki



4. Melonpan

Jajanan Tradisional Jepang

Via sushisushi.co.uk

Melonpan adalah roti manis dari Jepang berupa roti berlapis adonan biskuit (kue kering) di atasnya. Meskipun disebut roti melon, adonan asli roti ini sama sekali tidak rasa melon, hanya saja bentuknya bundar serta bagian atas roti mirip kulit melon. Bagian atas roti ini renyah dan garing berkat adanya adonan biskuit yang diletakkan di atas roti sebelum dipanggang. Adonan biskuit dibuat dari telur, terigu, gula pasir, dan mentega.

Jajanan Tradisional Jepang

Melonpan dengan es krim – via zoeypky.com

Beberapa sumber mengatakan, Melonpan lahir di Jepang berkat pengaruh negara-negara Barat. Dari namanya saja terlihat bila nama melon berasal dari bahasa Inggris dan pan dari Portugis. Seperti yang disebutkan di awal, nama tersebut tidak ada hubungannya dengan rasa melon. Variasi rasa melon baru hadir dalam perkembangan terkini. Bahkan beberapa mencoba bereksperimen dengan menambah sari lemon dan vanila. Rasa yang populer adalah cokelat, karamel atau sirup mapel. Cobalah variasi Melonpan berbeda di World’s Second Best Freshly Baked Melon-Pan Ice Cream.

World’s Second Best Freshly Baked Melon-Pan Ice Cream

Alamat: 2-11-9 Nishishinsaibashi, Chuo-ku | Re-011 1F, Osaka 542-0086, Prefektur Osaka
Kontak: +81 6-6213-4707
Waktu buka: 11:30 s/d to 19.00
Akses: Sekitar 10 menit berjalan kaki dari Dotonbori (lokasi di barat laut dari Dotonbori)



5. Taiyaki

Jajanan Tradisional Jepang

Via YouTube oleh pankobunny

Taiyaki dibuat dari adonan tepung terigu yang diisi dengan anko (kacang azuki yang direbus, dihaluskan, dan dicampur gula) saat dipanggang. Oleh karena bentuknya yang menyerupai ikan kurisi (tai), maka disebut dengan "taiyaki".

Jajanan Tradisional Jepang

Via Flickr oleh jpellgen

Sebuah sumber mengatakan, Taiyaki awalnya adalah Imagawayaki yang dicetak dalam berbagai bentuk binatang. Di Jepang, ikan kurisi adalah ikan mahal yang hanya dimakan rakyat untuk kesempatan istimewa. Penjual Imagawayaki juga membuat kuenya berbentuk ikan agar rakyat yang jarang memakan ikan ini menjadi senang. Selain itu, ikan tersebut dipercaya sebagai pembawa keberuntungan, sehingga imagawayaki dalam bentuk ikan populer sebagai Taiyaki.

Jajanan Tradisional Jepang

Via pinterest.com

Naniwaya dipercaya sebagai kedai tempat lahirnya Taiyaki pada tahun 1909. Untuk memesan Taiyaki di sini, kita harus menunggu proses pembuatannya sekitar 20 – 30 menit. Di sini mereka juga menyediakan menu makanan penutup tradisional Jepang lainnya

Naniwaya Souhonten

Alamat: 1-8-14 Azabujuban, Minato-ku 106-0045, Tokyo
Kontak: +81 3-3583-4976
Waktu buka: Rabu s/d Senin pukul 10:00 – 20:00 (tutup pada hari Selasa dan hari Rabu ke-3 setiap bulannya)
Akses: Sekitar 10 menit jalan kaki dari Stasiun Azabu-Juban



Sumber:

thekyotoproject.org
traditionalkyoto.com
japan-experience.com
his-travel.co.id
marutomisuisan.jpn.com
wikipedia.org
japanesestation.com
miner8.com