google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Mengikuti Tur Area Gunung Fuji: Ke Desa Tradisional hingga Memetik Stroberi.

January 15, 2019
/
Wisata
Mengikuti Tur Area Gunung Fuji: Ke Desa Tradisional hingga Memetik Stroberi image

Via 123rf.com/blanscape



Bentuk simestris dengan puncak yang kerap kali diselimuti salju menciptakan pemandangan indah pada Gunung Fuji. Dengan tingginya yang mencapai 3.776 meter, Gunung Fuji dapat terlihat bahkan hingga Tokyo namun tentunya dengan pemandangan yang lebih kecil.

Melihat gunung sakral ini dari dekat akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi, area sekitar Gunung Fuji masih tergolong alami sehingga kita bisa juga berwisata di sekitarnya. Jika memang hanya ingin melihat gunung megah ini tanpa mendakinya, kita bisa mengunjungi tempat-tempat terbaik untuk melihatnya seperti Iyashi no Sato.

Beberapa tur memungkinkan kita untuk dapat mengunjungi Iyashi no Sato, salah satunya adalah tur di bawah ini. Tur ini termasuk di dalamnya mengunjungi taman bunga dan memetik stroberi. Berikut info dari setiap kegiatan turnya.



Melihat Gunung Fuji dari Iyashi no Sato

Iyashi no Sato

Oleh Sean Pavone

Iyashi no Sato terletak di bagian barat dari Danau Sai (Saiko). Danau ini sendiri adalah salah dari Lima Danau Fuji atau Fujigoko, yaitu lima danau yang mengeilingi Gunung Fuji. Lalu kegiatan apa yang dapat kita lakukan di Iyashi no Sato?

Sebenarnya area tempat Iyashi no Sato berdiri ini dulunya merupakan desa petani. Desa tersebut luluh lantak karena longsor saat badai topan sedang melanda negeri Jepang pada tahun 1966. Lalu, empat puluh tahun kemudian, area ini dikonstruksi kembali. Rumah-rumah beratap jerami di sana diperbaiki dan dialih fungsikan menjadi museum terbuka dan desa kerajinan tradisional.

Iyashi no Sato

Via japan-guide.com

Saat ini, di Iyashi no Sato ada sekitar 20 rumah yang terdiri dari toko, restoran, museum dan galeri. Sembari mempelajari budaya Jepang, para pengunjung pun dapat membeli atau berlatih membuat berbagai kerajinan tangan. Di antaranya ada tembikar, pot, arang, kain tenun, hingga dupa. Kita juga bisa belajar membuat kertas washi dan mie soba. Sekadar info, kertas washi merupakan jenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional khas Jepang. Kertas ini biasa dipakai sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan pakaian kimono, serta pelapis pintu dorong. Karena sifatnya yang tahan lama dan tidak mudah lusuh, menyebabkan kertas ini juga digunakan untuk bahan uang kertas Yen dan kerajinan origami (seni melipat kertas).

Iyashi no Sato

Via lunethings.blogspot.com

Tak hanya itu. Di beberapa rumah yang telah disulap menjadi galeri seni, kita dapat menyewa pakaian kimono atau baju samurai. Kita bisa berfoto berlatar belakang Gunung Fuji dengan memakai pakaian asli negeri sakura. Mampirlah pula ke Watanabe House. Di tempat ini, kita akan disuguhkan barang-barang pameran yang menggambarkan keseharian para petani di zaman dulu. Jangan lewatkan juga Museum Pengendalian Erosi dan Sedimen. Lokasi yang pas untuk mencari tahu lebih dalam mengenai longsor yang menghancurkan desa dan cara untuk mencegah bencana tersebut terjadi lagi.

Iyashi no Sato

Via japantravel.com

Menyaksikan pemandangan Gunung Fuji dari desa ini begitu istimewa karena perpaduan suasana desa yang damai dengan cantiknya Gunung Fuji akan menciptakan pemandangan yang super indah!



Makan Siang di Restoran Bergaya Barat Sylvans

Iyashi no Sato

Via mt-fuji.gr.jp

Lelah dengan aktivitas di Iyashi no Sato, kita bisa menyantap makan siang di Sylvans. Sylvnas artinya “penghuni hutan.” Sesuai dengan namanya, restoran ini dikelilingi hutan pinus yang letaknya di bagian utara kaki Gunung Fuji. Terletak di ketinggian 1.000 meter, area ini menyajikan suasana tenang dan damai. Interiornya nyaman, kita bisa melihat batu bata antik Italia menjadi bagian dari bangunannya.

Iyashi no Sato

Via journey-of-japan.com

Restoran jamuan Italia ini menyediakan 200 kursi yang 40 di antaranya berada di bagian teras. Di sini kita bisa menikmati makan siang sambil melihat pemandangan luar yang indah.



Melihat Gunung Fuji Lebih Dekat di Taman Oishi dan Danau Kawaguchi

Iyashi no Sato

Danau Kawaguchi – via tourmega.com

Selain Danau Sai tadi, Danau Kawaguchi juga adalah satu dari lima danau di Gunung Fuji yang terkenal sangat indah dengan garis pesisir terpanjang hingga ke ujung kaki Gunung Fuji. Dari danau ini kita bisa melihat Gunung Fuji bahkan dengan jarak yang lebih dekat.

Iyashi no Sato

Via zekkeijapan.com

Di tepian danau tersaji aneka bunga warna-warni yang berbeda untuk tiap musim. Di sini lah tempat Taman Oishi berada. Di Taman Oishi kita bisa menyusuri jalan setapak sepanjang 350 meter. Dari akhir April sampai awal Mei di sepanjang jalan ini akan bermekaran bunga phlox berwarna pink atau shiba zakura, tulip, narcissus dan bunga nanohana yang berwarna kuning cerah. Aneka bunga yang bermekaran dengan indahnya ditambah latar belakang gunung Fuji menjadi suguhan pemandangan alam Jepang yang bisa kita nikmati.



Memetik Stroberi Yamanashi

Iyashi no Sato

Via ana-cooljapan.com

Kegiatan memetik stroberi di Yamanashi dapat dilakukan dari bulan Januari hingga Mei. Ketika melakukan kegiatan ini, perlu diingat bahwa kita dapat memakan stroberi langsung setelah kita petik, namun tidak boleh membawanya ke luar. Maka untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kita juga tidak diizinkan membawa tas ke dalam tempat memetik stroberi.



Sumber:

satutours.co.id
japan-guide.com
sylvans.jp
kompas.com
fujisan-pref.jp
yamanashi-kankou.jp
infojepang.net
jnto.org.au