google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

5 Objek Wisata Keren di Jepang yang Jarang Diketahui Turis

March 24, 2019
/
Wisata
5 Objek Wisata Keren di Jepang yang Jarang Diketahui Turis image

Via Flickr/31385237@N05



Jepang menawarkan banyak wisata yang beragam jenisnya; religi, alam, budaya, festival, dan yang lainnya yang mungkin belum banyak terdengar di telinga turis. Enam objek wisata di bawah ini pun jarang diketahui turis, namun tetap sangat keren untuk dikunjungi.



1. Proyek G-Cans

Proyek G-Cans

Via gloria.tv

G-Cans Project merupakan terowongan bawah tanah yang digunakan untuk mengatur aliran air di Saitama. Demi terhindar dari bencana banjir proyek ini dimulai dan hasilnya memuaskan. Tiang-tiang beton berukuran raksasa ditanam di bawah tanah laiknya pohon cedar berusia ribuan tahun. Tiang-tiang inilah yang menjadi daya tarik wisata dari G-Cans Project.

Proyek G-Cans

Via japangasm.wordpress.com

Pemerintah sendiri menyebut G-Cans Project sebagai Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel. Pembangunannya dimulai pada tahun 1992 dan berakhir pada tahun 2009 lalu. Pembangunan yang memakan waktu cukup lama ini telah menunjukkan hasil yang sempurna. Sistem drainase yang sangat besar ini bisa memompa hingga 200 meter kubik air per detik dan merupakan yang terbesar di dunia. Saitama dapat terhindar dari banjir, bahkan kini memiliki spot wisata unik berupa terowongan air raksasa.

Proyek G-Cans

Oleh Tony McNicol

Terowongan sepanjang 6,4 km ini menjanjikan kemegahan arsitektur bawah tanah yang tak terduga. Ada tur gratis yang ditawarkan, namun terkadang saat musim hujan ditutup untuk umum karena alasan keamanan.



2. Biksu yang Memumifikasikan Diri

Mumi Biksu

Via darksideofhistory.com

Mengunjungi Jepang Utara, kita akan menemukan banyak mumi biksu yang dikenal dengan sebutan ‘Sokushinbutsu’. Mereka merupakan pengikut Shugendo, sekte kuno agama Buddha yang meninggal karena pengorbanan diri.

Proses mumifikasi ini cukup rumit, dimulai dengan diet 1.000 hari. Selama masa itu, para biksu hanya akan makan makanan tertentu yang terdiri dari kacang-kacangan dan biji-bijian untuk melucuti semua lemak di tubuh mereka. Mereka kemudian hanya makan kulit dan akar selama seribu hari selanjutnya dan mulai minum teh beracun yang dibuat dari getah pohon Urushi, yang biasanya digunakan untuk pernis mangkuk.

Racun ini menyebabkan muntah dan hilangnya cairan tubuh dengan cepat, dan yang paling penting, hal ini membuat tubuh terlalu beracun untuk dimakan oleh belatung. Sampai pada tahap ini, seorang biarawan akan mulai memumifikasi tubuhnya sendiri dengan mengunci dirinya dalam kubur batu yang hampir tidak lebih besar dari ukuran tubuhnya.

Di situ, dia akan bersemedi dalam posisi lotus (bertapa) dan tidak akan bergerak lagi. Untuk berkoneksi dengan dunia luar, terdapat sebuah tabung udara dan bel yang ditempatkan di kubur batu tersebut. Setiap hari, dia akan membunyikan lonceng itu untuk memberi tanda pada orang di luar bahwa dia masih hidup.

Ketika bel berhenti berdentang, tabung udara itu kemudian dicabut dan makam disegel. Setelah kuburan itu disegel, para biarawan lain akan membacakan bait suci selama 1.000 hari, dan membuka kubur itu untuk melihat apakah mumifikasi berhasil. Dan jika mumifikasi itu berhasil, sang biksu akan dianggap sebagai Buddha dan dimasukkan ke dalam kuil untuk dipertontonkan.

Mumifikasi ini dianggap layak mendapat penghargaan tertinggi dan disembah oleh semua orang. Akan tetapi, pemerintah Jepang melarang praktik ini pada akhir abad ke-19 dan sejak saat itu mumifikasi berakhir.

Hal paling terkenal dari sSkushinbutsu adalah Shinnyokai Shonin dari kuil Dainichi-Boo di Gunung Yudano. Suhu dingin dan tingginya racun arsenik menjadi alasan mumi diawetkan dalam waktu yang lama. Mumi ini biasanya ada di daerah terpencil seperti kuil Nangakuji di Tsuruoka dan kuil Kaikouji di kota Sakata.



3. Narai-juku

Narai-juku

Via Reddit

Naraijuku adalah kota kecil dan sunyi di sebelah barat Tokyo di prefektur Nagano. Kota ini merupakan bagian dari Kiso-ji atau Jalan Kiso, sebuah jalur perdagangan penting antara Kyoto dan Edo (Tokyo) di masa lalu. Bangunan-bangunan di Naraijuku yang antik dan struktur yang tahan lama mungkin tidak akan ditemukan lagi di tempat lain di Jepang. Bangunan-bangunan ini berumur lebih dari 330 tahun dan masih dalam kondisi yang baik tanpa renovasi meskipun daerahnya pernah terkena gempa, kebakaran dan bencana alam lainnya. Orang yang berjalan disana seolah sedang berada di jalanan masa sebelum modern. Kita bisa membayangkan bagaimana orang Jepang biasa hidup ratusan tahun yang lalu.

Narai-juku

Oleh Sakarin Sawasdinaka

Naraijuku merupakan akomodasi kota yang disebut ‘Shakuba-machi’, tempat pengunjung dan pedagang biasa mampir selama perjalanan mereka antara Kyoto dan Edo. Ada banyak yang lainnya yang semacam dengan shukuba-machi di Jalan Kiso. Kini, Naraijuku menjadi bagian kota Shiojiri di prefektur Nagano dan mudah dicapai dari Matsumoto. Naraijuku terletak di ketinggian sehingga cenderung dingin saat musim panas. Selain kaya akan sejarah, daerah sekitarnya juga menawarkan pemandangan yang sangat indah.



4. Ikan Luar Angkasa

Roppongi

Via dreamgolive.wordpress.com

Jika kamu bepergian ke bukit Roppongi, ada sebuah taman kecil yang memisahkan studio tv dari kantor utama dan kompleks bioskop. Disinilah terletak sebuah kolam dari abad ke-18 dengan ikan kecil keperakan yang terlihat unik dan lucu.

Medaka, itulah nama ikan air tawar yang awalnya membanjiri sawah-sawah di jepang yang berasal dari jenis ricefish dan dipelihara di luar angkasa dalam pesawat luar angkasa Columbia tahun 1994. Ikan-ikan tersebut dipelihara sebagai bagian dari eksperimen sains dan dibawa ke bumi untuk dilakukan studi lanjutan.

Medaka

Via blogs.yahoo.co.jp

Ikan-ikan ini sangat rentan terhadap bahan kimia atau predator dan mereka dilindungi dalam kondisi yang nyaman. Ikan ini dikategorikan sebagai ikan ruang angkasa karena memiliki karakteristik unik dibanding dengan jenis mereka di bumi. Berkunjunglah ke taman Roppongi Hills dan lihatlah makhluk yang langka ini.



5. Makam Yesus Kristus

Tomb of Jesus Christ

Via Instagram/papicocafe

Di Jepang ada sebuah desa yang orang-orangnya mengklaim bahwa Yesus Kristus lolos dari penyalibannya dan pindah ke Jepang dalam tulisan religious apokratif, yaitu ‘dokumen Takenouchi. Dokumen-dokumen itu dipercaya hanya tipuan oleh kebanyakan orang, namun banyak juga orang di desa yang rumahnya di dekat makam percaya bahwa mereka merupakan keturunan Yesus Kristus. Disebutkan bahwa Yesus Kristus menikahi seorang wanita Jepang dari Shingo dan memiliki 3 anak kemudian meninggal di umur 106 tahun. Para penduduk desa juga percaya bahwa manusia yang meninggal disalib oleh orang Roma adalah adik laki-laki yesus bernama Isukiri.

Tomb of Jesus Christ

Via stripes.com

Desa kecil Shingo di Pefektur Aomori Jepang adalah rumah bagi makam Yesus Kristus. Makam ini terletak di atas bukit dan sebenarnya adalah sebuah gundukan pemakaman dengan salib besar diatasnya. Ada juga makam yang serupa di sebelah makam Yesus yang disebut terdapat telinga Isukiri dan rambut Maria. Pernyataan itu mungkin terdengar aneh, namun ada studi genetik rahasia yang dilakukan pada penduduk desa yang mengaku sebagai keturunan dari darah suci. Hasilnya menunjukkan bahwa penduduk tersebut memiliki DNA yang berbeda dan memiliki hubungan dengan Timur Tengah, berbeda dengan orang Jepang lainnya yang berasal dari desa yang sama.



Sumber:

jpninfo.com
jalan2kejepang.com
wikipedia.org