google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Mengenal Ikigai, Kaizen, & Keishan: Rahasia Orang Jepang Menghilangkan Kemalasan

June 18, 2019
/
Info , Tips
Mengenal Ikigai, Kaizen, & Keishan: Rahasia Orang Jepang Menghilangkan Kemalasan image

Via japantimes.co.jp



Jepang bisa dibilang merupakan negara Asia paling populer di dunia. Budaya dan keseharian orang-orang Jepang adalah salah satu yang menjadi daya tarik bagi negara lain. Buktinya, banyak yang mengadopsi atau bahkan menirukan budaya Jepang, misalnya budaya dan tren Harajuku yang sudah mendunia.

Ada juga yang disebut Ikigai. Yang satu ini berhubungan dengan motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Ingin tahu lebih lanjut? Berikut penjelasan tentang ikigai yang mungkin dapat kita tiru, beserta penjelasan kaizen dan keishan yang tak kalah menariknya.



Ikigai

Japan

Via reckontalk.com

Mungkin hampir semua dari kita tahu mengenai orang-orang Jepang yang berdesak-desakan di kereta pagi yang mengantar mereka ke tempat kerja setiap harinya. Kita juga tahu orang Jepang memiliki budaya disiplin yang tinggi. Budaya kerja keras Jepang yang tersohor itu memastikan kebanyakan orang akan lama bekerja di kantor, yang diatur dengan peraturan hierarki yang ketat. Bekerja berlebihan bukanlah sesuatu yang aneh dan kereta terakhir menuju rumah di hari kerja pada tengah malam dipenuhi dengan orang-orang berjas. Apa sih yang membuat mereka bertahan dengan semua itu? Jawabannya mungkin adalah Ikigai.

Tak sedikit orang Jepang yang menjadikan pekerjaan sebagai ‘ikigai’ mereka. Lantas, apa itu ikigai?

Ikigai berasal dari kata “iki” yang artinya hidup, dan “kai” yang berarti realisasi dari setiap mimpi/harapan. Dengan kata lain, konsep tersebut memiliki arti menemukan tujuan hidup. Tidak ada terjemahan langsung ke bahasa lain, ikigai adalah sebuah terminologi yang memasukkan ide kebahagiaan dalam kehidupan. Secara sederhana, seseorang akan termotivasi untuk bangun pagi jika tahu betul tujuan apa yang akan dicapainya. Sehingga, jika seseorang menjadikan pekerjaan sebagai ikigai mereka, maka itulah yang menjadi alasan mereka untuk bangun di pagi hari setiap harinya.

Ikigai

Via weheartit.com

Meski kelihatannya orang-orang Jepang sangat senang bekerja, bukan berarti semua dari mereka menjadikan pekerjaan sebagai ikigai mereka. Nilai seseorang dalam hidup dapat berarti pekerjaannya - namun tentu saja tidak terbatas akan hal itu.

Budaya Jepang ikigai adalah proses panjang untuk meraih kepuasan dan memaknai tujuan hidup. Capaian akhir konsep ini bukan melulu soal materi, tetapi bagaimana agar kita bahagia dan termotivasi setiap waktu.

Jadi, apa ikigaimu?



Kaizen

Kaizen

Via afrogleap.com

Kaizen adalah istilah yang diperkenalkan oleh Masaaki Imai melalui bukunya yang berjudul ‘Kaizen: The Key to Japan’s Competitive Success’. Istilah ini diperkenalkan sebagai pendekatan sistematis untuk perbaikan-perbaikan yang dilakukan untuk kemajuan bisnis. Meski begitu, makna sesungguhnya tentu lebih luas.

Kaizen artinya perbaikan. Lebih jelas lagi, maknanya adalah terus-menerus melakukan perbaikan untuk kemajuan dalam kehidupan pribadi, keluarga, kehidupan sosial, dan pekerjaan.

Di Jepang sendiri, ada yang namanya latihan atau teknik Kaizen. Teknik ini menerapkan "prinsip satu menit" untuk mengembangkan diri sendiri.

Di Jepang sendiri, ada yang namanya latihan atau teknik Kaizen. Teknik ini menerapkan "prinsip satu menit" untuk mengembangkan diri sendiri.

Hal apa saja yang dapat dilakukan dalam satu menit?

Banyak.

Misalnya membaca buku, menyelesaikan prakarya, olah raga kecil, bahkan membereskan rumah. Setelah satu menit, kita bisa berhenti. Tapi lakukan "prinsip satu menit" ini setiap hari. Lama-lama, kita akan merasakaan perbedaan yang kita raih setelah beberapa saat.

Terkesan kecil, kan?

Namun inilah inti dari istilah Kaizen yang dimaksud oleh Masaaki Imai. Tak perlu melakukan hal besar untuk membuat perubahan jika memang kita malas melakukannya. Melakukan hal kecil namun jika dikerjakan terus-menerus akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Kaizen

Via opex-academy-for-certification.ca

Kaizen sendiri berasal dari dua akar istilah: 'kai' (perubahan) dan ' (kebaikan). Banyak orang menyangka bahwa untuk mencapai sesuatu yang besar, kita haruslah melakukan usaha yang besar juga. Nah, Masaaki ingin mematahkan prinsip tersebut. Ia percaya filosofi kaizen ini bisa diterapkan oleh siapa pun, termasuk orang yang malas. Kita hanya perlu memahami tujuan apa yang ingin kita capai, lalu mulai melakukan hal-hal kecil secara konsisten untuk mencapainya.



Keishan

Japan

Via asia.nikkei.com

Serupa dengan kaizen, prinsip ini menekankan pentingnya perubahan dan peningkatan yang konsisten dalam bekerja. Namun, fokus dari keishan adalah pada kreativitas, daya inovasi, dan produktivitas.

Keishan mencoba mengajarkan kepada kita supaya tidak pernah berhenti belajar sehingga bisa menghasilkan karya-karya yang unik, kreatif, dan bermanfaat. Etos kerja ini pastinya bermanfaat bagi mereka yang masih kuliah maupun sudah kerja.

Banyak cara untuk menerapkannya. Janganlah berhenti mencari inspirasi. Setiap kali menemukan sesuatu yang menurutmu dapat menjadi solusi dan pengembangan bagi pekerjaan, kamu bisa mencoba untuk menyimpannya di sekitar meja kerjamu. Ada artikel bagus? Simpan tautannya, cetak artikelnya, dan letakkan di sekitar ruangan kerja. Ada sebuah video yang menurutmu bagus? Simpan tautannya, tonton videonya, dan bagikan kepada orang lain apa yang kamu dapatkan dari video tersebut. Kesannya sederhana, bukan?

Yang pasti, jangan meremehkan hal kecil. Dari hal-hal 'kecil' yang dilakukan sehari-hari, kita bisa saja menemukan inspirasi yang mengembangkan kreativitas kita.



Sumber:

bbc.com
anibee.tv
youthmanual.com
kaizen.com
glints.com