google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Serba-serbi Musim Panas di Jepang

July 15, 2019
/
Info , Tips
Serba-serbi Musim Panas di Jepang image

Via festivalgo.huber-japan.com



Musim panas di Jepang biasanya mulai dari bulan Juli sampai Agustus. Ada banyak kesempatan untuk merasakan momen-momen terbaik di musim ini, misalnya perasaan segar dan rileks setelah mendengar suara dari furin atau lonceng angin dan tiupan angin sepoi-sepoi. Namun perlu diwaspadai, karena cuaca di Jepang akan menjadi lembap dan sangat panas. Oleh karena itu, untuk mengetahui cara terbaik traveling ke Jepang saat musim panas, ada baiknya kamu baca informasi yang dikutip dari matcha-jp.com berikut ini.



Hawa Saat Musim Panas

Japan

Via scroll.in

Suhu rata-rata Tokyo di bulan Juli sekitar 31.5 derajat Celsius pada siang hari dan 24 derajat Celsius di pagi hari. Bulan Agustus suhu rata-rata di siang hari sekitar 33 derajat Celsius, dan sekitar 26 derajat Celsius di pagi harinya. Namun beberapa tahun belakangan, suhu udara bisa mencapai 36 derajat Celsius yang bahkan lebih tinggi dari suhu badan normal manusia. Siaran berita ramai mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bahaya heat stroke (rasa panas pada tubuh akibat terpapar sinar matahari yang panasnya di luar toleransi tubuh dan suhu tubuh dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius).

Akibat tingkat kelembapan yang tinggi, bahkan pada malam hari hawa panas akan membuat kita sulit tidur. Pastikan tubuh tidak kekurangan cairan meskipun berada di dalam ruangan untuk mencegah terjadinya heat illness atau heat stroke.

Pada saat musim panas di Jepang biasanya akan turun hujan yang dikenal sebagai “yudachi”. Namun belakangan intensitas hujan lebat meningkat dan tidak dapat diprediksi sehingga lebih baik bersiap.



Hal-hal yang Biasa Menjadi Sorotan

Japan

Via travel.rakuten.com

Saat musim panas, banyak wilayah di Jepang yang mengadakan festival musim panas dan kembang apinya sendiri. Banyak terdapat stan yang menjajakan berbagai makanan seperti takoyaki, es serut atau kakigori, dan lain-lain, juga pengunjung-pengunjung yang datang dengan mengenakan yukata. Yukata (kimono musim panas) lebih nyaman untuk dikenakan dibanding pakaian tradisional Jepang lainnya. Jadi, kalau ada kesempatan, cobalah mengenakannya saat pergi ke festival terdekat.

Hal yang menarik lainnya ketika musim panas di Jepang adalah kunang-kunang. Di sungai-sungai yang airnya jernih, kita akan menemukan spot-spot untuk melihat hewan bercahaya tersebut. Menarik nafas di tengah kesunyian dan keremangan pinggiran sungai sambil melihat kelap-kelip cahaya yang bersinar dari kunang-kunang yang beterbangan menciptakan suasana yang cukup romantis. Acara melihat kunang-kunang ini biasanya dilakukan pada akhir bulan Juni sampai pertengahan Juli. Tapi karena lokasi dan waktunya yang tidak tentu, kemungkinan ada perbedaan. Jadi, ebih baik mengecek keadaaanya terlebih dulu.



Makanan yang Dapat Dinikmati Waktu Musim Panas

Japan

Via Shutterstock/IZO

Sayur musiman di musim panas seperti timun, tomat, terung, jahe, dan perilla berfungsi mendinginkan tubuh yang daya tahannya menurun akibat hawa panas. Selain itu sayuran-sayuran tersebut juga membantu meningkatakan nafsu makan.

Musim panas adalah musim bagi makanan-makanan penambah energi seperti hamo (ikan cunang), unagi (ikan sidat), ayu (sweetfish) dan kerang abalone. Selain itu musim ini juga musim yang sangat tepat bagi edamame (sejenis kacang kedelai hijau seperti pada gambar di atas), dan bir. Musim panas juga merupakan musim yang tepat untuk menikmati aneka buah seperti persik maupun ceri, dan pastinya buah yang paling utama, semangka.



Apa yang Sebaiknya Dikenakan saat Musim Panas?

Japan

Via cntravellerme.com

Bulan Juli dan Agustus sangatlah lembap dan panas, jadi sebaiknya kenakan kaus lengan pendek yang adem dan dress atau pakaian yang membuat kulit kita mudah bernapas dengan nyaman. Pastikan pula selalu membawa topi atau semacamnya untuk mencegah paparan sinar ultraviolet. AC akan membuat udara di dalam pertokoan atau kereta cukup dingin, jadi sebaiknya juga membawa baju tambahan (sweater atau jaket) untuk mengatasi hal tersebut.

Perlu dicatat pula bahwa di kuil Shinto dan Buddha ada larangan menggunakan baju atasan tanpa lengan atau baju lain yang terlalu terbuka karena dianggap tidak sopan. Kenakan baju tambahan (jaket atau sweater) kalau berencana mengunjungi kuil-kuil tersebut.



Sebanyak 90% wisatawan menyatakan bahwa suhu di Jepang lebih panas dibanding negara mereka. Itulah musim panas di Jepang. Namun, banyak hal yang dapat kita nikmati dalam cuaca panas tersebut, misalnya kesegaran bir dingin dan rasa dari semangka potong yang segar.



Sumber: matcha-jp.com