google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Ketahui Tata Krama dan Etiket Ini Sebelum ke Jepang!

August 19, 2019
/
Info , Tips
Ketahui Tata Krama dan Etiket Ini Sebelum ke Jepang! image

Via matcha-tea.com



Penduduknya yang sopan adalah salah satu yang membuat Jepang terkenal di kalangan turis mancanegara. Perilaku sopan penduduk asli memang sangat menguntungkan turis dari luar negeri karena dengan begitu mereka akan merasa diterima sebagai pendatang yang ingin berwisata.

Seperti negara-negara lainnya, Jepang juga memiliki banyak tata krama dan etika yang berlaku dan telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka sejak kecil yang membentuk masyarakat sedemikian rupa seperti yang turis lihat. Beberapa di antaranya bisa terasa unik atau mungkin sedikit berlebihan di mata orang asing.

Nah, kalau kamu berencana untuk berwisata atau bahkan tinggal dan bekerja di Jepang, ada baiknya untuk mengetahui dan mengerti tata krama dan etika seperti apa yang ada di Jepang. Sebaiknya kamu terapkan beberapa hal ini selama berada di Jepang.

Agak sulit memang untuk menerapkan semuanya, tetapi paling tidak kamu mengetahui beberapa tata krama dan etika khas Jepang yang standar seperti yang dipaparkan di bawah ini, agar kamu tidak dianggap tak sopan dan jadi merasa malu sendiri.



Etika menepati waktu

Jepang

Via Flickr/Arjan Richter

Berbeda dengan kita di Indonesia yang dikenal dengan jam karet, orang Jepang sangat terkenal disiplin dan sangat menepati waktu. Mereka terbiasa untuk datang sedikit lebih awal dari waktu yang disepakati. Jadi, “terlambat” merupakan salah satu hal yang sebaiknya kamu hindari, karena itu berarti kamu telah menghilangkan waktu orang lain yang berharga dengan sia-sia.

Di dunia kerja, orang Jepang terbiasa datang ke kantor lebih awal agar mereka sudah dalam kondisi siap bekerja pada jam kerja, bukan baru bersiap-siap setelah jam kerja dimulai. Begitu juga bila ada rapat. Mereka akan datang lebih awal karena tidak ingin sampai atasan yang malah datang duluan dan menunggu di ruang rapat. Bila merasa akan terlambat, lapor terlebih dahulu ke rekan kerja atau atasan, sebelum melewati jam yang ditentukan. Hal ini berlaku juga untuk para pelajar.

Perlu diingat, ada juga beberapa pengecualian, seperti tidak datang lebih awal dari jam yang disepakati saat janji datang untuk makan di rumah seseorang. Sebaiknya kamu datang tepat waktu atau lima menit lebih cepat dari waktu yang disepakati. Tuan rumah yang harus melakukan berbagai persiapan akan sangat kewalahan bila kamu datang terlalu cepat.



Etika menggunakan sumpit saat makan

Jepang

Via seriouseats.com

Sumpit merupakan alat makan utama di Jepang. Jadi sebaiknya pelajari bagaimana cara memegang sumpit dengan benar sebelum datang ke Jepang. Namun lebih dari itu, kamu sebaiknya lebih berhati-hati dengan cara menggunakan sumpit itu sendiri. Salah-salah malah kamu bisa dianggap tidak sopan.

Jangan menancapkan sumpit ke nasi dengan posisi sumpit mengarah vertikal karena ini menyerupai dupa yang dipersembahkan untuk orang yang sudah meninggal. Jangan pula mengoper makanan dari sumpit ke sumpit karena dianggap sama dengan pemisahan tulang pada acara pemakaman. Kedua hal tersebut dianggap dapat membawa nasib buruk.

Ada juga hal yang sering dilakukan oleh orang Jepang sendiri tetapi sebenarnya tidak baik. Misalnya, membalik sumpit yang telah digunakan untuk memindahkan makanan ke piring orang lain. Maksud hati menghindari sisi yang sudah terkena mulut tetapi sisi terbalik itu justru lebih kotor karena sudah digenggam tangan. Kamu sebaiknya meminta sumpit baru!



Etika naik kereta

Jepang

Via youinjapan.net

Kereta bisa dibilang transportasi paling populer di Jepang. Karena itulah ada banyak peraturan yang sebaiknya kamu ikuti saat naik kereta, baik tertulis maupun tidak tertulis. Saat menunggu kereta, kamu sebaiknya berdiri atau berbaris di tempat yang sudah diberi tanda. Ketika akan naik ke kereta, dahulukan penumpang yang akan turun untuk bergerak terlebih dahulu. Baru kemudian kamu naik ke kereta dengan tertib sesuai barisan. Untuk penumpang laki-laki, sebaiknya berhati-hati untuk tidak naik ke gerbong khusus perempuan yang diberlakukan pada jam-jam padat pada pagi dan malam hari.

Di dalam kereta, kamu sebaiknya tidak menelepon atau menerima panggilan telepon, juga bercakap-cakap dengan suara yang keras karena hal tersebut akan mengganggu orang-orang sekitar. Bila kamu membawa tas punggung, sebaiknya kamu pindahkan ke posisi depan saat kereta dalam keadaan padat. Selain itu, meski tidak ada larangan untuk makan dan minum di dalam kereta, sebaiknya tidak dilakukan. Walaupun hal tersebut sering juga dilakukan oleh orang Jepang sendiri.

Begitu tiba di tempat tujuan, saat keluar dari kereta yang padat dan meminta jalan kepada orang lain, maka ucapkan "sumimasen" yang berarti "permisi". Dengan mengucapkan kata ini, orang-orang yang ada di depan kamu akan tahu jika kamu ingin keluar dari kereta dan akan memberi jalan.



Itulah tiga tata krama dan etika standar yang berlaku di Jepang. Ulasan di atas hanyalah sebagian kecil dari tata krama umum yang berlaku di Jepang. Meski sedikit, semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang belum mengetahuinya!



Sumber: ohayojepang.kompas.com