google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

7 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Tata Krama di Restoran di Jepang

August 28, 2019
/
Tips
7 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Tata Krama di Restoran di Jepang image

Via cooking-sun.com



Tak dapat dipungkiri, di tempat wisata mana pun, pasti ada saja traveler yang pernah berulah 'nakal' setidaknya sekali. Padahal setiap tempat punya peraturan tersendiri yang dibuat untuk kenyamanan bersama; jangan sampai kita tak disukai pemilik tempat atau pengunjung lain sehingga terpaksa diusir, seperti kejadian tak lama ini di salah satu restoran di Jepang.

Nah, jika kamu tak ingin menjadi traveler yang berulah dan kejadian diusir tersebut menimpamu – terutama di tempat makan di Jepang, sebaiknya perhatikan tujuh hal tentang tata krama di restoran-restoran di Jepang ini.



1. Berteriak untuk Mendapatkan Perhatian Pelayan

Di Jepang, cara untuk memanggil pelayan restoran tidak seperti di Indonesia dengan memanggil “Mba” atau “Mas”. Melainkan dengan mengucapkan ‘sumimasen’ yang artinya ‘ maaf, permisi’ dalam bahasa Indonesia. Dan pastikan saat memanggil pelayan, sudah siap memesan, ya. Tidak lagi ragu atau masih sambil memilih-milih mau memesan menu yang mana.



2. Air Es

Kebanyakan restoran Jepang menyediakan segelas air es gratis kepada tamu-tamunya. Sehingga, sebelum kita memesan dengan cekatan pramusaji akan menyajikan segelas air es di meja. Air es ini bisa terus diisi ulang, sehingga bagi untukmu yang ingin menghemat, tak perlu memesan minuman lagi.



3. Model Plastik untuk Menu Makanan

Tata Krama Jepang

Via dailyjag.com

Saat mendatangi restoran Jepang, tantangan yang sebenarnya adalah membaca menunya. Menu dalam bahasa Jepang tentu akan sulit dibaca bagi kita yang belum mengerti huruf Jepang. Kalau menebak-nebak, jangan-jangan malah salah menu lagi.

Namun, tak perlu khawatir lagi. Kini, banyak restoran Jepang yang telah menyediakan model makanan dari plastik.

Model makanan dari plastik ini menggambarkan seperti apa tampilan menu dan komponen apa saja yang ada dalam masakan. Sehingga, para pengunjung mancanegara tidak perlu menerka-nerka apa masakan yang tertera di dalam menu.



4. Mengambil Makanan dengan Sumpit

Jika sedang makan bersama teman-teman ataupun keluarga di sebuah restoran, jangan heran jika orang Jepang mengambil lauk dengan sumpit yang sedang mereka pakai ya. Bayangkan saja kita mengambil lauk dengan sendok yang kita gunakan untuk makan. Apakah kamu akan baik-baik saja dengan hal tersebut? Beberapa orang mungkin merasa enggan dengan kondisi ini, namun itulah budaya makan di Jepang.



5. Siapa yang Akan Membayar?

Ya ampun, kalau di Indonesia kita pasti sudah bersyukur kalau dibayari teman atau keluarga. Namun, lain halnya dengan di Jepang. Karena ada budaya ‘jika diberi, maka harus membalas’, maka tak jarang orang Jepang berebut untuk membayari makan. Biasanya, beberapa orang akan berdebat siapa yang akan membayar agar tidak ada rasa hutang budi.



6. Bersiaplah untuk Dikejar Saat Memberikan Uang Tip

Masyarakat Jepang tak mengenal kebiasaan memberikan uang tip. Lucunya, jika kita memberikan uang tip dengan cara disembunyikan di bawah piring atau ditaruh di meja, pramusaji akan mengejar dan mengembalikannya.

Alasannya, jika mereka mendapatkan bayaran lebih, maka mereka pun merasa dituntut untuk bekerja lebih lagi. Terdapat kesan bahwa kita belum puas dengan pelayanannya. Hebat bukan?!



7. Antrean Panjang yang Mengular dan Pelayanan yang Cepat

Tamahide, Tokyo

Via tokyogrown.jp

Baik itu restoran yang unik, baru dibuka, ataupun punya banyak promo, pasti memiliki antrean panjang yang mengular. Untunglah, para pramusaji memiliki pelayanan yang baik dan cekatan. Karena pelayanan yang cepat inilah, kita tak perlu kaget piring kosong kita akan cepat-cepat dibereskan. Bukan maksud untuk mengusir, tetapi inilah ciri khas pelayanan restoran Jepang.



Sumber: jalan2kejepang.com