google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Kuil Meiji Jingu: Ketenangan di Tengah Keramaian Tokyo

September 18, 2019
/
Wisata
Kuil Meiji Jingu: Ketenangan di Tengah Keramaian Tokyo image

Via livejapan.com



Kuil-kuil yang rindang dan terasa damai sering dapat kita jumpai di Kyoto. Namun ternyata Tokyo juga punya kuil semacam, di balik image-nya sebagai metropolitan. Adalah Meiji Jingu, kuil yang dikelilingi oleh hutan buatan dengan pohon-pohon yang rindang. Letaknya persis di samping stasiun Harajuku. Walaupun letaknya berdampingan dengan pusat keramaian Takeshita Dori, tapi kuil ini tetap berdiri dengan atmosfer yang begitu tenang.



Dedikasi Terhadap Kaisar

Meiji Jingu

Via timetravelturtle.com

Kuil Shinto ada di seluruh penjuru Jepang. Di antaranya, ada kuil yang didedikasikan untuk kaisar atau keluarga kerajaan. Kuil semacam ini disebut dengan "jingu".

Kuil Meiji Jingu merupakan kuil yang didedikasikan untuk Kaisar Meiji yang berkuasa pada tahun 1867-1912 dan permaisurinya. Kaisar Meiji adalah Kaisar yang memindahkan ibu kota Jepang dari Kyoto ke Yedo, dan kemudian mengganti nama Yedo menjadi Tokyo karena Tokyo memiliki arti Ibukota timur. Kaisar Meiji juga yang membuat bendera kebangsaan Jepang yaitu Hinomuro dan lagu kebangsaan Jepang berjudul Kimigayo.

Setelah Kaisar Meiji meninggal dunia, orang-orang Tokyo berkeinginan untuk membuat jingu yang didedikasikan untuk Kaisar Meiji. Pembangunan di atas tanah yang terbengkalai ini membutuhkan waktu 5 tahun, mulai dari tahun 1915 hingga 1920.



Penanaman 120.000 Pohon

Meiji Jingu

Via tokyocheapo.com

Tanah ini juga kemudian ditanami pohon. Pohon-pohon ini tidak hanya berasal dari Jepang, tetapi juga dari Semenanjung Korea dan Taiwan. Ada 365 jenis pohon dengan jumlah total sekitar 120 ribu batang pohon yang ditanam di sini oleh sekitar 110 ribu orang relawan.

Penanaman pohon seabad lalu yang bertujuan untuk membuat hutan, kini telah membuahkan hasil. Tempat ini dicintai banyak orang sebagai hutan yang memiliki keragaman ekosistem. Tempat ini selalu dijaga keindahan dan kebersihannya sehingga tidak ada ada daun berjatuhan di halaman. Daun yang jatuh disapu dan dikumpulkan, kemudian semuanya dikembalikan ke hutan.

Meiji Jingu

Via japan-highlightstravel.com

Rimbunnya pepohonan disini membuat kita merasa sedang berada di luar kota metropolitan Tokyo yang sibuk. Taman Yoyogi di wilayah Meiji Jingu ini juga sekaligus menjadi penyejuk paru-paru kota.



Torii Megah Tanda Kasih Sayang Orang-orang

Meiji Jingu

Via japan.apike.ca

Di pertemuan jalan selatan dan jalan utara menuju kuil, terdapat torii raksasa yang menjadi simbol Kuil Meiji Jingu. Torii merupakan gerbang yang berdiri di pintu masuk kuil. Gerbang ini menunjukkan batas antara tempat tinggal dewa dan manusia. Torii ini memiliki tinggi 12 meter, lebar 17,1 meter, diameter tiang 1,2 meter, dan berat mencapai 3 ton. Ini merupakan torii kayu terbesar di Jepang.

Torii ini sebenarnya merupakan torii generasi kedua. Torii generasi pertama rusak tersambar petir pada tahun 1966. Pada saat itu, seorang pemilik usaha kayu bernama Kawashima Yasushi mengatakan bahwa usaha perdagangannya selama ini berhasil berkat dewa. Oleh karena itu, ia bermaksud untuk membangun kembali torii ini dengan penuh rasa terima kasih. Kawashima berkali-kali pergi ke Taiwan sampai akhirnya menemukan pohon hinoki raksasa berumur lebih dari 1.500 tahun di Gunung Dan (3.300 meter di atas permukaan laut).

Dengan bantuan warga setempat, ia membuat jalan di tebing untuk menurunkan pohon raksasa itu. Torii generasi kedua ini selesai dibangun pada tahun 1975.



Acara dan Festival

Sepanjang tahun terdapat banyak acara yang diadakan di Kuil Meiji Jingu.

Pada tanggal 5-7 Januari diadakan ritual dohyo-iri, yaitu ritual memasuki arena sumo bagi yokozuna (pesumo level tertinggi). Sumo merupakan olahraga nasional Jepang sekaligus ritual Shinto sejak zaman dahulu kala. Biasanya tidak mudah melihat yokozuna dalam jarak sedekat ini sehingga ritual ini jadi populer dan didatangi banyak orang.

Meiji Jingu

Ritual Dohyo-iri – via mainichi.jp

Pada tanggal 11 Februari diadakan Kigensai, yaitu festival untuk merayakan pendirian negara. Ini merupakan festival terbesar Kuil Meiji Jingu yang dihadiri puluhan ribu penonton, 5.000 orang peserta parade, dan 14 omikoshi.

Meiji Jingu

Kigensai – via hensler.ca

Pada tanggal 4 Oktober diadakan acara untuk boneka, yaitu Ningyo Kanshasai. Pada akhir tahun diadakan Joyasai untuk menutup tahun. Selain acara-acara tersebut, ada berbagai acara yang diadakan di kuil ini pada setiap bulannya kecuali pada bulan Agustus.

Selain acara ritual tahunan, setiap hari pukul 08.00-14.00 diadakan Onikkusai, yaitu ritual mempersembahkan makanan kepada dewa. Bagi yang ingin melihat ritual Shinto khas Jepang, maka datanglah pada jam-jam ini.

Selain itu, Kuil Meiji Jingu juga terkenal sebagai tempat untuk mengadakan upacara pernikahan. Sosok pengantin wanita yang berjalan mengenakan shiromuku (kimono putih untuk pernikahan) di bawah payung merah tampak sangat cantik bagaikan lukisan. Upacara pernikahan tidak diadakan setiap hari, jadi beruntunglah jika bisa melihatnya saat kebetulan berkunjung ke kuil ini.

Meiji Jingu

Via matcha-jp.com

Pasangan yang mengadakan upacara pernikahan di sini akan datang lagi ke kuil ini untuk mendoakan pertumbuhan anak setelah anak lahir dan saat anak berumur 3, 5, dan 7 tahun. Keluarga ini akan menjalin hubungan yang lama dengan Kuil Meiji Jingu.

Dengan cara inilah Kuil Meiji Jingu diwariskan dan dilindungi oleh perasaan banyak orang. Bagaimana jika kamu mencoba berkunjung ke kuil yang dipenuhi perasaan orang-orang Jepang ini?



Sumber:

matcha-jp.com
travel.detik.com