google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Merasakan Sensasi Jadi Peziarah Bangsawan dengan Kostum Zaman Heian di Rute Kumano Kodo

September 9, 2019
/
Wisata
Merasakan Sensasi Jadi Peziarah Bangsawan dengan Kostum Zaman Heian di Rute Kumano Kodo image

Via samuraitrip.com



Dahulu kala, kaum bangsawan Kyoto kerap kali melewati pegunungan yang dibelah air terjun dan menembus hutan gelap yang diramaikan gemuruh arus sungai selama berminggu-minggu. Bukan tanpa alasan, yang mereka lakukan ini merupakan bagian dari ekspedisi suci di Kumano guna mengunjungi tiga kuil penting dalam ajaran Shinto-Buddha. Mengenakan ‘byakue’, mantel putih khas peziarah, para bangsawan itu menyuguhkan sesajen di lusinan pohon, batu, serta kuil kecil yang berfungsi layaknya pos pemberhentian.

Jalur yang mereka tempuh kemudian dikenal dengan nama Kumano Kodo (kodo berarti “jalan tua”). Turis kini diundang untuk mereplika perjalanan para aristokrat tersebut. Dua aktivitas utamanya: memurnikan jiwa sekaligus merayakan keindahan alam.

Kumano Kodo

Via japantimes.co.jp

Tak terhitung manusia yang telah meniti Kumano Kodo. Sayangnya, di akhir abad ke-19, sirkuit kuno tersebut justru meredup. Jalurnya terpecah-pecah. Kuil dan candinya rontok dimakan usia. Namun keadaan tersebut kemudian berbanding terbalik sejak tahun 2004, saat Kumano Kodo menjadi satu dari hanya dua rute ziarah di dunia yang dilantik menjadi Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Kumano Kodo

Via okujapan.com

Restorasi kemudian digelar untuk mengembalikan kejayaannya. Seiring itu, jumlah pengunjung melonjak. Warga Jepang berdatangan untuk bersimpuh di Kumano Hongu Taisha, Kumano Hayatama Taisha, dan Kumano Nachi Taisha—trio kuil megah yang secara kolektif dijuluki Kumano Sanzan.

Kini, turis asing pun bisa melakukan perjalanan di tengah alam di rute ini. Kita juga bisa berpakaian dengan kostum pada zaman Heian di Daimonzaka-chaya, sebuah area peristirahatan di kota Nachikatsuura di distrik Higashimuro di Prefektur Wakayama. Kimono dengan warna terang seperti oranye dan merah ini dinamai dengan Kimono Tsubo-shozoku.

Kumano Kodo

Via Instagram/skipwithgrace

Kostum Periode Heian ini dapat disewa di Daimonzaka-chaya. Tersedia kostum untuk wanita, pria dan anak-anak, dan staf akan menyediakan bantuan yang tepat untuk membantu kita mengenakan kostum. Pakaian biasa kita dan tas bisa disimpan di sini, sehingga kita dapat berpakaian dari kepala sampai kaki dengan kostum Heian.

Daya pikat utama dari Daimonzaka ini adalah adanya 267 anak tangga sepanjang 650 meter dengan latar belakang pohon cedar raksasa di kanan-kirinya. Rasanya kita ditarik kembali ke masa lalu dan merasakan berziarah di kawasan Kumano Kodo. Tentunya dengan balutan Kimono para bangsawan Jepang di masa lalu. Kita pun akan merasa seolah disulap menjadi keluarga bangsawan yang tengah meniti anak tangga menunju puncak.

Nachi no Taki

Via japan-guide.com

Akhir dari Daimonzaka ini merupakan jalan menuju Kumano Nachi Taisha. Kita bisa balik untuk mengembalikan kostum ataupun lanjut hingga ke Kumano Nachi Taisha. Di sini kita juga bisa menikmati keindahan Air Terjun Nachi yang merupakan salah satu yang tertinggi di Jepang!



Sumber:

destinasian.co.id
jalan2kejepang.com
ana.co.jp