google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Jidai Matsuri: Melihat Wajah Kyoto Saat Menjadi Ibu Kota Jepang

October 19, 2019
/
Info
Jidai Matsuri: Melihat Wajah Kyoto Saat Menjadi Ibu Kota Jepang image

Via kyoto.travel



Musim panas di Jepang terkenal akan festival-festivalnya yang beberapa di antaranya jadi yang terbaik seantero negeri. Namun menyaksikan festival-festival tersebut di jalanan bisa jadi melelahkan karena suhu di musim panas, untuk itu tak sedikit orang yang lebih memilih menonton festival di musim lain. Kalau kamu adalah salah satunya, maka festival yang satu ini bisa kamu nikmati perayaannya./span>

Adalah Festival Jidai (Jidai Matsuri) yang biasanya diselenggarakan tiap tahun pada tanggal 22 Oktober. Menyaksikan festival ini, kamu tak perlu panas-panasan walaupun berada di jalanan sambil melihat iring-iringan, karena cuacanya akan lebih dingin pada pertengahan Oktober di Jepang.

Festival ini meriah juga, kok! Bahkan Jidai Matsuri ini merupakan salah satu dari tiga festival paling terkenal di Kyoto, yang dua lainnya adalah Gion Matsuri dan Aoi Matsuri.

Pertama kali diselenggarakan pada tahun 1895, festival ini memperingati berdirinya kuil Heian Jingu, sekaligus memperingati 1.100 tahun berdirinya ibu kota Heian-kyō (Kyoto). Pada tanggal 22 Oktober tahun 794 Masehi, kaisar ke-50 Jepang, Kaisar Kanmu memindahkan ibu kota dari Nara ke Kyoto, untuk itulah festival ini bisa dikatakan sebagai perayaan hari jadi Kota Kyoto.

Namun ada yang berbeda pada perayaan Jidai Matsuri tahun 2019 ini, yaitu festival akan diadakan di tanggal 26 Oktober 2019 karena penobatan Kaisar baru Jepang akan diadakan di tanggal 22 Oktober 2019.



Ada apa saja di festival ini?

Jidai Matsuri

Via family-travel-secrets.com

Makna dari Jidai Matsuri ini adalah menunjukkan kemakmuran dan perkembangan Kyoto selama menjadi ibu kota Jepang, di bawah kepemimpinan Kaisar Kanmu dan Kaisar Komei yang disemayamkan di Kuil Heian. Sebab itulah festival ini melangsungkan iring-iringan orang yang mengenakan kostum dari zaman sewaktu Kyoto berjaya itu. Karenanya, festival ini dinamakan "Jidai Matsuri" (festival zaman).

Jidai Matsuri

Via trazeetravel.com

Festival ini meliputi parade besar-besaran dari Istana Kekaisaran Kyoto sampai ke Kuil Heian. Akan ada sekitar 2000 peserta yang terdiri dari 20 barisan yang mengenakan kostum dari 8 era: era Meiji, era Edo, era Azuchi-Momoyama, era Muromachi, era Kamakura, era Yoshinocho, era Fujiwara, dan era Enryaku. Saat menonton parade ini, coba kamu perhatikan kostum masing-masing era dan lihatlah perbedaan maupun kemiripannya.

Jidai Matsuri

Via jeepneyjinggoy.com

Yang paling menarik adalah para wanita yang mengenakan kostum era Edo dan Heian. Kamu dapat menyaksikan para Maiko dan Geisha Kyoto yang berpenampilan cantik seperti wanita kalangan kelas atas, terlihat sangat indah dan menawan.

Kostum dan perlengkapan yang dikenakan oleh para peserta parade ini direproduksi dengan hati-hati dan mendetail menggunakan teknik tradisional Kyoto. Tak heran, ini merupakan festival penting yang sarat akan sejarah Jepang.

Jidai Matsuri

Via japan-guide.com

Parade biasanya diakhiri oleh grup yang dianggap paling penting yang berkaitan dengan ritual Shinto. Pada giliran ini, akan ada sekelompok orang yang membawa 2 mikoshi atau kuil portabel yang dipercaya membawa arwah Kaisar Kanmu dan Kaisar Komei, kaisar pertama dan terakhir yang memerintah selama Kyoto menjadi ibu kota. Kuil Heian didedikasikan untuk kedua kaisar tersebut, yang arwahnya dipercaya menempati kuil. Nah, saat Jidai Matsuri ini, arwah keduanya bisa berparade di kota dengan bertandu pada mikoshi tadi.

Jidai Matsuri

Via Flickr/Romain CHASSAGNE

Keseluruhan rute parade festival Jidai Matsuri berjarak sekitar 5 km. Penonton akan memenuhi sepanjang jalan parade, namun ada juga beberapa kursi yang bisa dipesan baik di area Istana Kekaisaran Kyoto, Kuil Heian, maupun di jalanan.

Jidai Matsuri

Via japan-guide.com

Karena suhu rata-rata Kyoto di bulan Oktober sekitar 17.8 °C, maka sebaiknya kenakanlah mantel dan syal untuk menjaga badan tetap hangat. Gunakan juga sepatu yang nyaman digunakan karena saat parade berlangsung kamu akan banyak berjalan.



Sumber:

matcha-jp.com
japan-guide.com
wikipedia.org