google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Momiji-Gari di Tokyo, Menikmati Musim Gugur di Daerah Perkotaan

October 5, 2019
/
Wisata
Momiji-Gari di Tokyo, Menikmati Musim Gugur di Daerah Perkotaan image

Via tokyocheapo.com



Orang-orang Jepang tak hanya punya hanami untuk musim semi; mereka juga punya momiji-gari untuk musim gugur.

Layaknya hanami, momiji-gari pun merupakan kegiatan yang berhubungan dengan menikmati musim, dalam istilah ini yaitu musim gugur. Kata ‘gari’ artinya ‘berburu’. Sedangkan momiji sendiri adalah salah satu jenis pohon maple Jepang, namun istilah ini juga bisa berarti proses perubahan warna daun-daun yang akan berguguran nantinya. Jadi, bisa dikatakan bahwa momiji-gari adalah kegiatan menikmati keindahan warna-warni daun pada musim gugur.

Kelebihan momiji-gari ini jika dibandingkan dengan hanami adalah dari segi periodenya. Periode menikmati sakura relatif lebih pendek karena bunga ini bertahan hanya 5-10 hari lamanya sebelum akhirnya gugur. Sementara itu, perubahan warna daun di Jepang berlangsung rata-rata 2 minggu; ada juga yang hampir 1 bulan, tergantung dari jenis pohonnya. Hal ini memungkinkan kita untuk dapat membuat perencanaan yang lebih fleksibel untuk liburan musim gugur di Jepang.

Rekomendasi waktu yang tepat untuk menikmati indahnya alam musim gugur di Jepang adalah akhir Oktober sampai dengan akhir November. Perubahan warna daun musim gugur ini dimulai dari Hokkaido, lalu turun ke selatan sampai ke Kyushu dan Okinawa. Perubahan warna juga tergantung ketinggian dan kondisi geografi, biasanya daerah dataran tinggi lebih cepat mengalami perubahan.

Melakukan kegiatan momiji-gari memang tepat dilakukan di daerah yang banyak pohonnya, seperti hutan di alam yang masih asri. Namun janganlah bingung jika kamu tak sempat mengunjungi tempat lainnya di Jepang selain Tokyo. Meski sebagian besar daerahnya merupakan perkotaan, Tokyo juga punya tempat-tempat yang punya banyak pohonnya, bahkan tata letaknya sangat cocok untuk dikunjungi turis yang ingin menikmati momiji-gari. Berikut beberapa tempat tersebut.



Meiji Jingu Gaien dan Taman Yoyogi

Meiji Jingu Gaien

Meiji Jingu Gaien – via livingnomads.com

Meiji Jingu Gaien yang terletak tak jauh dari Kuil Meiji ini sering dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk drama televisi karena keindahan momiji-nya. Di kanan kiri jalan sepanjang 300 meter dari Aoyama Doriguchi, pintu masuk Meiji Jingu Gaien yang terdekat dari Stasiun Aoyama-Itchome ini berjajar 146 pohon ginkgo. Pada puncak musim koyo, daun pohon ginkgo ini akan menguning indah.

Yoyogi Park

Taman Yoyogi – oleh Jennifer Teo

Tak jauh dari Meiji Jingu Gaien, kita bisa mengunjungi Taman Yoyogi untuk momiji-gari. Di taman seluas kira-kira 54 hektare ini tumbuh 6 jenis pohon yang daunnya berubah warna di musim gugur, seperti 1.000 pohon zelkova serrata, 200 pohon ginkgo, 100 pohon maple, dan sebagainya.

Lokasinya mudah diakses dari stasiun sehingga banyak sekali warga yang mengunjunginya. Ada yang datang untuk piknik, ada yang bersepeda, ada yang berlatih alat musik, menggelar acara, ada pula yang membuka pasar loak. Jika ada waktu luang dalam jadwal wisatamu, hamparkan karpet piknik dan cobalah nikmati keindahan warna-warni dedaunan di taman ini.



Taman Shinjuku Gyoen

Shinjuku Gyoen

Via celiaintokyo.wordpress.com

Taman besar di jantung distrik Shinjuku ini memang indah dikunjungi di musim apapun. Di dalam area seluas 58,3 hektare yang dimlikinya, terdapat taman bergaya Perancis, Inggris, maupun Jepang. Walau dengan musim gugur yang sama, taman ini akan terlihat berbeda di masing-masing sudutnya. Pada musim gugur ini, bunga mawar pun bermekaran di taman bergaya Perancis.



Gunung Takao

Mount Takao

Via japan-magazine.jnto.go.jp

Gunung Takao dapat dicapai dengan kereta selama 1 jam dari Shinjuku. Di sini tersedia 7 paket pendakian yang dapat dipilih sesuai dengan lama waktu dan tingkat kesulitan. Tidak hanya di puncaknya, kita pun dapat menikmati keindahan momiji sepanjang perjalanan menaiki kereta gantung saat menuju puncaknya.

Tiap tahun diadakan Festival Takaosan Momiji Matsuri mulai 1 hingga 30 November. Mulai dari pagelaran musik, penjualan sake, hingga pertunjukan dan penjualan Tokyo Kokeshi (boneka tradisional Jepang dari kayu), banyak sekali event yang digelar saat musim gugur.



Koishikawa Korakuen

Koishikawa Korakuen

Via hi-no-moto.com

Taman Koishikawa-Korakuen dibangun untuk membuat ulang berbagai pemandangan indah dari berbagai tempat. Objek utamanya adalah danau buatan yang terinspirasi dari Danau Biwa di Prefektur Shiga.

Di dekat Sungai Oigawa, sungai buatan yang meniru sungai di Arashiyama, kita dapat menikmati indahnya pemandangan jembatan bercat merah atau jembatan Tsutenkyo yang berpadu dengan warna-warni momiji. Tak cukup sampai di sini, warna-warni pepohonan pun terpantul di air kolam dan menambah keindahan taman ini.

Selain itu, di puncak musim gugur terbentuklah terowongan dari momiji yang disebut momiji bayashi. Di bulan November juga diadakan Festival Momiji. Seru, ya!



Lembah Hatonosu di Okutama

Okutama

Via YouTube/AQUA Geo Graphic

Daerah Okutama terletak di Tokyo bagian barat yang dikelilingi oleh alam bebas. Lokasinya hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari Stasiun JR Okutama. Okutama menyediakan fasilitas untuk berjalan-jalan dan hiking. Saat mengunjungi Okutama, kamu mungkin tak akan percaya kalau sebenarnya kamu masih berada di Tokyo.

Pemandangan momiji di Lembah Hatonosu begitu indah sehingga menjadi salah satu kebanggaan Okutama. Keunggulan dari Lembah Hatonosu adalah kita dapat memandang indahnya pepohonan momiji, lembah berbatu, dan sungai jernih yang mengalir tenang dari jembatan gantung.


Sumber:

matcha-jp.com
boutiquejapan.com
jrailpass.com