google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Makanan Khas yang Biasa Disajikan di Momen Tahun Baru di Jepang

December 30, 2019
/
Food
Makanan Khas yang Biasa Disajikan di Momen Tahun Baru di Jepang image

Via iStock/GI15702993



Tahun baru merupakan hal yang dianggap istimewa bagi orang-orang Jepang. Bahkan, bagi sebagian dari mereka, tahun baru belum berakhir sampai tanggal 20 Januari.

Kegiatan menyambut tahun baru sudah dimulai sejak dua atau tiga minggu sebelum pergantian tahun. Hal ini termasuk melakukan beberapa tradisi tertentu. Antara satu daerah dan daerah lainnya bisa menyambutnya dengan tradisi yang berbeda.

Menghidangkan dan memakan makanan tertentu adalah salah satu tradisi merayakan momen tahun baru di Jepang. Nah berikut ini adalah beberapa makanan tersebut.



Mochi

Kagami Mochi

Via plugon.us

Salah satu kuliner khas tahun baru di Jepang adalah Mochi. Tradisi yang biasa dilakukan di Negeri Sakura ini dalam menyambut perayaan besar ini adalah menumbuk Mochi (mochitsuki).

Dalam pembuatannya juga unik, yaitu satu orang bertugas menumbuk, dan seorang lagi bertugas membolak-balikan beras ketan dengan tangan yang sudah dibasahi air.

Mochi memang terbuat dari ketan yang sudah ditanak dan dimasukkan ke dalam lesung, lalu ditumbuk dengan menggunakan alu.

Beras ketan harus ditumbuk hingga lengket sampai membentuk gumpalan besar mochi berwarna putih.

Makanan ini memang biasanya dimakan sebagai pengganti nasi selama tahun baru. Tetapi, juga digunakan untuk hiasan yang dikenal dengan 'Kagami Mochi'.

Orang Jepang mempercayai bahwa dalam kagami mochi ada arwah 'Dewa Padi' dan 'Dewa Pemberi Umur'. Bahkan, hal itu diartikan sebagai lambang dari hati manusia yang terbagi dalam dua bagian, yaitu baik dan buruk.



Nanakusa (Tujuh Rumput)

Nanakusa

Via Flickr/tungsten999

Makanan khas Jepang ini adalah bubur yang dimasak dengan tujuh jenis sayuran, yaitu beras, jewawut, proso milet, echinochloa esculenta, kacang azuki, beckmannia syzigacne, wijen yang diberi sedikit garam dan rumput-rumputan.

Nanakusa dihidangkan saat penutupan perayaan tahun baru, yaitu sekitar tanggal 7 Januari dengan tujuan agar perut bisa beristirahat setelah dipenuhi makanan-makanan tahun baru.

Orang Jepang mempercayai makanan ini bisa menjauhkan seseorang dari segala jenis penyakit.



Osechi Ryori

Osechi Ryori

Via engoo.id

Penamaan kue Osechi Ryori ini memiliki makna yaitu musim atau masa penting.

Tradisi osechi-ryori bermula dari zaman Heian yang memerintah dari tahun 794 sampai 1185 M. Makanan ini hanya ada setahun sekali, ketika pergantian tahun saja.

Osechi ryori terbagi menjadi 2 bagian yaitu makanannya dan Jubako. Jubako adalah box kemasan tempat makanan yang biasanya berwarna-warni.

Makanan yang ada di dalamnya pun melambangkan banyak hal misalnya untuk kesehatan, kesuburan, panen yang melimpah, panjang umur, kebahagiaan, dan lain-lain.



Konbu

Konbu

Via dallasnews.com

Konbu juga makanan khas Jepang yang selalu ada saat pergantian Tahun. Makanan ini berasal dari rumput laut yang biasanya digunakan sebagai kaldu sup (hot pot).

Rumput laut ini tersedia dalam bentuk yang keras, datar, lembaran hitam, dengan bubuk putih di permukaannya.

Konbu merupakan bahan penting untuk membuat dashi kaldu khas Jepang dan sushi bersama ikan haring.

Makanan ini melambangkan yorokobi yang berarti sukacita. Sedangkan untuk ikan haring yang dibuat sushi melambangkan Kazunoko yang berarti jumlah anak.

Dengan lambang tersebut diharapkan agar mereka diberkati dengan banyak anak di tahun mendatang.



Soba

Soba

Via craftlog.com

Soba ini adalah salah satu jenis mi khas Jepang yang terbuat dari tepung buckwheat yang digiling menggunakan penggilingan dari batu bundar yang dapat diputar.

Pada malam hari, orang Jepang memiliki tradisi memakan Soba, yang dinamakan "Toshikoshi Soba". Dengan memakan soba, dipercaya mereka bisa melalui tahun baru dengan lancar tanpa ada halangan.



Sumber:

tagar.id
id.wikipedia.org