google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Legenda Romantis-Menyedihkan di Balik Festival Tanabata

July 21, 2020
/
Best Place To Go , Plan Your Trip
Legenda Romantis-Menyedihkan di Balik Festival Tanabata image

Memasuki musim panas di Jepang banyak turis dan wisatawan yang sengaja mengunjungi negeri sakura ini karena beragam festival yang diadakan selama musim panas. Festival yang diadakan dapat membuat kita lebih mengenal budaya Jepang. Selain itu, dalam festival bisa menjumpai berbagai macam pernak pernik unik, wisata kuliner, melihat festival kembang api ataupun menjajal berbagai macam kimono.

Dari sekian banyak festival yang diselenggarakan pada musim panas, salah satu yang paling sering di dengar oleh kebanyakan orang adalah Festival Tanabata atau yang kerap disebut Festival Bintang.

 

Apa sih festival Tanabata itu?

Awalnya, festival Tanabata ini diambil dari legenda "festival bintang" yang berasal dari negeri China, yaitu dari Festival Qixi. Festival Tanabata terlahir dari sebuah legenda romantis dan konon kabarnya bisa mengabulkan harapan.

 

Tanabata dirayakan di Jepang sejak tahun 755 dan diteruskan secara turun-temurun sesuai dengan kalender Jepang. Umunya festival ini diadakan setiap tanggal 7 Juli setiap tahun nya. Tanabata pertama kali diperkenalkan oleh Permaisuri Koken, raja Jepang ke-46. Rakyat Negeri Sakura pun menyukainya dan sejak saat itulah Festival Bintang dirayakan.

 

Festival ini bermula dari legenda romanits tentang gadis penenun, Orihime dan si penggembala, Hikoboshi.

Orihime adalah Putri Tenun yang paling ahli menenun di sepanjang Sungai Amanogawa atau Bimasakti. Ayahnya, Raja Langit Tentei, sangat suka dengan baju yang ditenun putrinya. Sayangnya, karena terlalu sibuk menenun, Orihime tidak pernah punya kesempatan untuk jatuh cinta dan selalu kesepian. Hal inilah yang mendorong sang ayah untuk mempertemukan Orihime dengan Hikoboshi si penggembala sapi yang bekerja di sisi lain Bimasakti. Keduanya pun lantas jatuh cinta dan menikah.

 

Sayangnya, sejak keduanya menikah dan berbahagia, Orihime mengabaikan tenunannya dan Hikoboshi membiarkan sapi-sapinya berkeliaran bebas di seluruh kayangan.

 

Raja Langit pun marah melihat keduanya mengabaikan kewajibannya. Akibatnya, ia memisahkan pasangan itu dan melarang keduanya bertemu. Orihime di salah satu sisi kayangan, sementara suaminya berada di seberang. Merasa patah hati, ia memohon pada ayahnya agar diizinkan bertemu Hikoboshi.

 

Dengan berat hati, sang raja mengizinkan keduanya bertemu pada hari ke-7 bulan ke-7. Sayangnya, tidak ada jembatan yang menghubungkannya dengan seberang sungai kayangan.

 

Orihime pun menangis sejadi-jadinya hingga terdengar oleh sekawanan burung gagak. Mereka pun membentuk jembatan dengan sayap mereka agar pasangan kekasih itu bisa bertemu. Burung-burung itu pun berjanji akan datang setiap hari ke-7 di bulan ke-7 agar Orihime dan Hikoboshi bisa bertemu. Itulah mengapa kebanyakan Festival Tanabata diadakan pada 7 Juli.

Dalam astronomi, Orihime sendiri merepresentasikan rasi bintang Vega sementara Hikoboshi adalah rasi bintang Altair. Sementara, festival Tanabata sendiri secara harfiah dapat diartikan sebagai festival bintang.

Di Jepang, festival Tanabata yang menandai pertemuan Orihime dan Hikoboshi ini dirayakan secara meriah. Biasanya, warga Jepang akan menulis permohonan mereka dan menggantungkannya pada hiasan bambu. Kenapa bambu, pasalnya sebagian percaya pohon bambu bisa tumbuh menjulang tinggi hingga tembus ke langit.

 

Selama Festival diadakan, banyak sekali hiasan warna warni yang dipasang di sisi jalan, orang orang berjalan dengan balutan yukata yang cantik serta banyak kedai dengan cemilan-cemilan lezat.

 

Tertarik mengunjungi? Yuk masukan ini kedalam list perjalananmu setelah pandemic yaa!