google-site-verification=hcNyhLjb9xXzMljNO5yHFNvhh8eozakMzewUIfaMYyE
Blog Image

Blog

Naik Taksi di Jepang, Bagaimana ya?

July 24, 2020
/
Info , Plan Your Trip , Transportasi
Naik Taksi di Jepang, Bagaimana ya? image

Ketika kalian berlibur ke Jepang, transportasi yang direkomendasikan kebanyakan orang yaitu kereta bawah tanah (Shinkansen) dan bus, bukan? Ya, memang benar karena sangat praktis dan bisa membawamu keliling kota dengan cepat, mudah dan murah. Tetapi, bagaimana jika kalian berlibur bersama keluarga dengan bawaan tas yang banyak? Bagaimana jika kamu sedang tergesa-gesa dan harus pergi dari A ke B? Lalu ketika akan naik kereta, kereta tersebut tidak punya rute langsung kesana atau kereta tersebut sedang tidak beroperasi?

Nah, solusinya yaitu dengan naik taksi. Namun, banyak sekali informasi jika naik taksi di Jepang mahal sekali. Informasi tersebut memang benar, tetapi kenapa tidak? Karena dengan naik taksi, semuanya menjadi mudah dan kalian akan merasakan kenyamanan dan keramahan ketika naik taksi. Dalam artikel ini, kita akan membahas panduan naik taksi di Jepang.



1. Cara Memanggil Taksi

Di Jepang, taksi bisa ditemukan di stasiun, sekitar hotel atau department store. Kalian juga bisa memanggil taksi di area khusus untuk menjemput penumpang dan sudah ada taksi yang menunggu berbaris, kalian harus naik taksi di urutan pertama.  Tidak hanya itu, kalian juga bisa menghentikan taksi dengan berdiri di pinggir jalan dan mengangkat tangan tinggi-tinggi.

Lalu, bagaimana mengetahui taksi tersebut kosong atau berpenumpang? Lampu yang menyala di atas atapnya menandakan taksi tersebut kosong, sedangkan jika lampu mati taksi tersebut berarti sedang membawa penumpang.



2. Masuk ke dalam taksi 

Ketika taksi sudah sampai, pintu belakang akan membuka dan menutup secara otomatis oleh kendali sopir. Jadi, kalian tidak perlu membukanya sendiri, karena mungkin kalian bisa terluka oleh gerakan pintu taksi saat terbuka. Lalu, jika kalian membawa koper, supir taksi akan menawarkan diri untuk membuka bagasi dan memasukkan kopermu ke dalam. Oh iya, sopir taksi di Jepang sangat rapi, mereka mengenakan sarung tangan putih dan memakai blazer lho.

Nah, sebelum memulai perjalanan, alangkah baiknya kamu memberitahu sopir taksi tentang pembayaran dengan kartu kredit. Karena beberapa taksi tidak menerima pembayaran menggunakan kartu kredit dan menerima pembayaran menggunakan cash.

Selanjutnya, beritahu tujuan kemana kalian ingin pergi. Jika kalian tidak bisa bahasa Jepang, cukup beritahu nama tempat tujuan, atau tunjukkan peta serta alamatnya kepada sopir.



3. Cara Menghitung Tarif Taksi

Untuk tarif perjalanan, dapat kalian lihat di argometer yang ada di bagian depan mobil. Tarif dasar dasar taksi di Jepang, adalah 420 yen, dan setiap 233 meter bertambah 80 yen. Selain itu, jika kondisi lalu lintas macet, dan diam argo taksi tetap berjalan, yaitu 1 menit 20 detik, bertambah 80 yen.

Oh iya, ada juga biaya tambahan yang mungkin harus dibayar, tarif 2 kali lipat akan berlaku jika kalian naik taksi saat larut malam hingga dini hari, yaitu pada jam 22:00 – 05:00.



4. Membayar Tarif dan Turun dari Taksi

Setelah sampai di tujuan, sopir taksi akan memberitahu berapa tarif yang harus dibayar. Kamu bisa bayar dengan uang tunai atau dengan kartu kredit, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Uang tunai atau kartu kredit ini kalian letakkan ke nampan kecil, lalu tunggu kembalian dan tanda terimanya. Setelah turun, jangan lupa mengucapkan “arigatou” kepada pengemudi ya. Oh iya, pastikan juga bahwa barang-barang kalian tidak tertinggal di taksi, terutama yang menyimpan barang di bagasi.

 

Nah, itulah beberapa panduan mengenai cara naik taksi di Jepang, terutama bagi kalian yang belum pernah melakukannya. Tetapi, sebaiknya pilihlah mode transportasi yang aman, nyaman dan sesuai budget kalian ya. Semoga artikel ini bermanfaat